Pasukan Turki yang mempersiapkan invasi ke basis pertahanan Kurdi. Foto: AFP
Pasukan Turki yang mempersiapkan invasi ke basis pertahanan Kurdi. Foto: AFP

Diancam Diserang, Kurdi Minta Inggris Tekan Turki

Internasional krisis suriah turki Turki serang Kurdi
Arpan Rahman • 09 Oktober 2019 17:09
Damaskus: Seorang pejabat senior Kurdi mengatakan bahwa kepentingan terbaik Inggris dan negara-negara Eropa lainnya ialah menekan Turki agar tidak menyerang Suriah utara.
 
Berbicara dari sebuah pangkalan di Suriah utara, Kino Gabriel berkata, rencana Turki mempertaruhkan perang besar, krisis kemanusiaan, dan keamanan tahanan Islamic State (ISIS).
 
"Saya pikir pesan kami terutama dua poin. Salah satunya adalah tidak mempercayai pemerintah Turki dengan semua klaimnya,” ujar Gabriel yang menjabat sebagai Komandan Regional dan Juru Bicara Pasukan Demokratik Suriah (SDF) .

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami menyaksikan dan saya pikir seluruh dunia sedang melihat keadaan demokrasi saat ini di Turki dan kami tidak akan mengharapkan sesuatu yang berbeda di dalam wilayah Suriah,” tutur Gabriel.
 
Gabriel mengonfirmasi pasukannya akan mengusir serangan Turki dengan kekuatan penuh dan mengklaim bahwa penduduk setempat akan menggunakan diri mereka sebagai perisai manusia.
 
"Orang-orang sudah bekerja dan bergerak menuju daerah perbatasan untuk menciptakan perisai manusia terhadap invasi Turki dan saya pikir semua orang juga bekerja mempersiapkan diri buat setiap operasi di masa depan.
 
"Saya pikir saran kami adalah agar orang-orang menjaga diri mereka sendiri dan keluarga mereka dan mempercayai Pasukan Demokratik Suriah (SDF) membela mereka dan melindungi mereka," serunya, dikutip dari Sky News, Rabu 9 Oktober 2019.
 
Pemerintah Turki sedang mempersiapkan invasi segera ke sebagian kawasan di Suriah utara dengan alasan kemanusiaan. Mereka mengklaim serangan itu akan menciptakan zona aman di mana pengungsi Suriah dapat dipulangkan.
 
Namun Gabriel menolak ini. "Ini bukan zona aman, bahkan jika mereka mengatakannya,” ucapnya.
 
"Akhirnya itu akan menjadi zona krisis dan itu akan menjadi daerah yang akan terjadi perang besar, pertempuran dahsyat, dan saya pikir kita akan menghadapi krisis kemanusiaan yang akan menyebabkan ratusan ribu orang meninggalkan rumah mereka dan mereka tempati, dan pasti itu bukan definisi untuk zona aman.
 
"Saya pikir pemerintah Turki jauh dari berpikir demi kepentingan terbaik rakyat Suriah terutama dan saya pikir mereka bekerja bagi agenda mereka sendiri, untuk kepentingan mereka sendiri yang jauh dari apa yang diinginkan rakyat Suriah dan apa yang diinginkan kelompok-kelompok berbeda yang hidup di daerah sini," cetusnya.
 
Turki memandang militer Kurdi di Suriah utara sebagai organisasi teroris meskipun Kurdi menjadi bagian penting dari koalisi pimpinan Amerika Serikat-Inggris buat menghancurkan kelompok teror ISIS.
 
Serangan Turki ke wilayah Kurdi di Suriah utara dapat mencapai ambisi sejak lama guna menghancurkan para gerilyawan Kurdi yang dianggapnya sebagai ancaman teroris terhadap integritasnya.


Penarikan AS


Pada akhir pekan, Donald Trump, memerintahkan mundurnya pasukan Amerika dari wilayah yang sedang dipersiapkan Turki untuk diserang.
 
Keputusan ini membuat AS secara efektif berdiri menyingkir guna mengizinkan sekutunya Turki menyerang sekutunya yang lain, Kurdi. Meskipun, dalam serangkaian tweet ia sejak itu memperingatkan Turki agar tidak ‘berperang yang tidak perlu’.
 
Namun Gabriel berharap bahwa Inggris bisa benar-benar memberikan tekanan pada Turki. "Saya pikir Pemerintah Inggris, orang-orang Inggris, tidak boleh meninggalkan Suriah dan tidak boleh meninggalkan orang-orang yang telah bekerja bersama selama beberapa tahun,” tegasnya.
 
"Rakyat Inggris memiliki andil dalam pengorbanan menahan komunitas internasional yang berpartisipasi dalam koalisi internasional (melawan ISIS),” katanya.
 
"Baik sendiri saja, SDF, semuanya, telah memberikan pengorbanan besar untuk mengalahkan ISIS dan dengan semua pekerjaan yang telah kita lakukan bersama. Saya pikir, memalukan bagi seluruh dunia untuk kehilangan semua pengorbanan itu dan semua dari upaya-upaya itu hanya untuk memberi Turki kesempatan menyerang daerah ini,” Gabriel menambahkan.
 
"Dan saya pikir komunitas internasional harus menentang Turki dan menentang klaimnya dan mendukung demokrasi dan mendukung perdamaian di Suriah timur laut," menurut Gabriel.


Peran Kurdi


Pasukan Kurdi bertanggung jawab atas 70.000 tahanan ISIS dan keluarga mereka ditahan di kamp-kamp di dekat daerah yang sedang siap diserang Turki.
 
Gabriel mengatakan, pasukan Kurdi akan terus mengamankan para tahanan tetapi pertempuran dengan Turki akan menggerus sumber daya mereka.
 
"Akhirnya kemungkinan perang atau pertempuran dengan Turki akan membutuhkan lebih banyak personel dan lebih banyak pejuang dari pihak kami," katanya.
 
"Saya pikir ada risiko meminimalkan personel militer yang bertanggung jawab atas keamanan fasilitas-fasilitas itu dan menggunakannya di medan perang, jadi semuanya terkait dan kita akan melihat bagaimana semuanya berjalan dan kita akan bekerja sesuai dengan itu," tuturnya.
 
Fahrettin Altun, penasihat dekat Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan, operasi militer akan dimulai ‘segera’ dan bahwa, Kurdi bukan kekuatan terbaik untuk mengalahkan ISIS.
 
"Militer Turki, bersama dengan Tentara Pembebasan Suriah (FSA), akan segera melintasi perbatasan Turki-Suriah," kata Altun di Twitter.
 
"Niat Turki jelas, untuk membongkar koridor teroris di perbatasan kita. Untuk melawan PKK (separatis Kurdi), yang merupakan musuh rakyat Kurdi. Untuk memerangi Daesh (nama lain dari ISIS) dan mencegah kebangkitannya," pungkasnya.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif