Mesir Sebut Kedubes AS di Yerusalem Picu Ketidakstabilan
Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi. (Foto: AFP)
Kairo: Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi mengomentari kerusuhan yang terjadi di Gaza. Menurutnya, pembukaan Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Yerusalem menyebabkan ketidakstabilan.

"Kami mengatakan, masalah ini akan berdampak negatif pada dunia Arab dan Islam serta menyebabkan ketidakstabilan," kata al-Sisi dalam pidatonya, dikutip dari AFP, Kamis 17 Mei 2018.

"Saya mendesak agar Israel memahami orang Palestina atas masalah ini dan dunia internasional yang peduli dengan nasib warga Palestina," lanjut dia.


Ia juga menyerukan kepada negara-negara, khususnya yang menjadi anggota PBB untuk serius menanggapi masalah ini, juga krisis di Suriah, Irak dan Yaman.

"Negara-negara tersebut sudah tidak seharusnya lagi disusupi orang-orang yang ingin perang," tegas dia.

Bentrokan terjadi di perbatasan Gaza dan Israel sejak Senin 14 Mei kemarin antara warga Palestina dan militer Israel. Setidaknya, 66 warga Palestina dinyatakan tewas.

Kondisi ini juga telah dibahas dalam rapat darurat DK PBB di mana Kuwait akan membuat rancangan resolusi perlindungan bagi warga Palestina.

Di dalam rapat darurat ini, Inggris dan Jerman mendukung penyelidikan independen terkait bentrokan ini. Pasalnya, militer Israel mengaku, mereka membuat pertahanan diri agar warga Palestina tak menyeruak masuk ke perbatasan negaranya.

Begitu juga dengan Prancis, Belanda, Polandia dan Swedia, serta Italia dan Belgia yang menyerukan agar Israel menahan diri dari penggunaan kekuatan yang berlebihan.




(FJR)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id