Ketenangan di Hodeidah, Yaman usai gencatan senjata disepakati. (Foto: AFP).
Ketenangan di Hodeidah, Yaman usai gencatan senjata disepakati. (Foto: AFP).

Ketenangan Muncul di Hodeidah Usai Gencatan Senjata Disepakati

Internasional konflik yaman krisis yaman
Fajar Nugraha • 19 Desember 2018 13:40
Hodeidah: Kondisi tenang tampak di kota pelabuhan Laut Merah, Hodeidah, Yaman pada Rabu 19 Desember 2018. Situasi tercipta ketika 24 jam pertama gencatan senjata yang dimediasi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Pemantau gencatan akan memonitor jalannya kesepakatan antara pihak loyalis Pemerintah Yaman dengan pemberontak Houthi. Komite Koordinasi Pengerahan terdiri dari anggota pemerintah Yaman yang didukung oleh koalisi pimpinan Arab Saudi, dan Houthi yang didukung oleh Iran, dan diawasi oleh PBB.

Ketua komite akan melapor ke Dewan Keamanan PBB setiap minggu. Pemantauan ini adalah tahap terbaru dalam kesepakatan damai yang dicapai setelah pembicaraan pekan lalu di Swedia. Kedua pihak dalam konflik menyetujui gencatan senjata di Hodeidah dan penarikan pasukan mereka dalam waktu 21 hari.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



"Kedua pihak mengatakan secara terbuka bahwa mereka mematuhi gencatan senjata," kata seorang pejabat PBB pada Selasa, yang dikutip dari Arab News, Rabu, 19 Desember 2018. Otoritas lokal dan polisi akan menjalankan pemerintahan di tiga kota dan fasilitas pelabuhannya di bawah pengawasan PBB, dan kedua belah pihak dilarang membawa bala bantuan. Utusan PBB Martin Griffith mengatakan komite itu diharapkan memulai pekerjaannya dengan cepat ‘untuk menerjemahkan momentum yang dibangun di Swedia menjadi prestasi di lapangan.’

Gencatan senjata di Hodeidah secara resmi dimulai pada tengah malam pada Senin. Bentrokan sporadis berlanjut hingga sekitar jam 3.00 pagi pada Selasa, tetapi penduduk mengatakan ada ketenangan setelah itu.

"Kami berharap semuanya akan kembali seperti semula dan tidak akan ada agresi, tidak ada serangan udara dan keamanan yang langgeng," kata salah satu warga, Amani Mohammed.

Penduduk lain, Mohammed Al-Saikel, mengatakan dia optimis gencatan senjata akan membuka jalan bagi gencatan senjata yang lebih luas. "Kami berharap tentang gencatan senjata ini di Hodeidah dan satu untuk Yaman secara umum. Kami akan menjangkau dalam damai untuk siapa pun melakukan hal yang sama,” ungkapnya.

Dewan Keamanan PBB sedang mempertimbangkan rancangan resolusi yang meminta Sekretaris Jenderal Antonio Guterres untuk mengajukan proposal tentang bagaimana memantau gencatan senjata, pada akhir Desember ini.

Resolusi yang diajukan oleh Inggris, "menyerukan kepada semua pihak yang terlibat konflik untuk mengambil langkah lebih lanjut guna memfasilitasi aliran pasokan komersial dan kemanusiaan tanpa henti termasuk makanan, bahan bakar, obat-obatan dan impor penting lainnya dan personil kemanusiaan ke dalam dan di seluruh negeri."


(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi