Pemberontak Yaman Bertahan di Pelabuhan Hodeida
Ilustrasi senjata (Foto:Medcom.id/M Rizal)
Sana'a: Pemimpin pemberontak Yaman berjanji tidak akan menyerah kepada pasukan yang didukung Arab Saudi. Sementara grup lembaga bantuan internasional menyerukan agar dibuka jalan yang aman bagi warga sipil yang terperangkap di medan tempur pelabuhan Hodeida.

Setelah enam hari pertempuran sengit yang menyebabkan 200 gerilyawan tewas, pasukan pro-pemerintah menekan lebih dekat ke jantung Hodeida. Terletak di tepi Laut Merah, kota itu kini dikuasai pemberontak Houthi dan di bawah blokade Saudi dan sekutunya.

"Musuh diuntungkan dengan jumlahnya yang semakin meningkat untuk menekan kota Hodeida," kata pemimpin pemberontak Abdulmalik al-Huthi, seperti dikutip dari kantor berita AFP, Kamis 8 November 2018.


Kelompok bantuan internasional telah menyerukan kepada para pemberontak dan aliansi untuk memungkinkan warga sipil untuk melarikan diri dari kota berpenduduk padat dari 600.000 jiwa. Komite Internasional Palang Merah menghimbau pihak-pihak yang bertikai untuk menyelamatkan warga sipil dan infrastruktur sipil termasuk ambulans, rumah sakit, listrik, dan tanaman air.

Jutaan orang di seluruh Yaman bergantung pada bantuan kemanusiaan demi bertahan hidup dari perang saudara yang mematikan, penyakit dan kelaparan massal yang mengintai. Pihak berwenang menyatakan hampir 80 persen dari bantuan itu datang melalui Hodeida.

"Apa yang kami takutkan adalah bahwa eskalasi kekerasan sangat mungkin membahayakan upaya-upaya kemanusiaan, kata juru bicara UNICEF Juliette Touma.

Hampir 10.000 warga Yaman tewas sejak 2015. Negara itu kini berada di ambang kelaparan.




(WAH)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id