Dituduh Mata-mata, Pria Inggris Dipenjara Seumur Hidup
Ilustrasi oleh Medcom.id.
Abu Dhabi: Seorang mahasiswa PhD Inggris dijatuhi hukuman seumur hidup di penjara di Uni Emirat Arab (UAE) atas dakwaan mata-mata.

Matthew Hedges, 31, dari Universitas Durham, mengaku tidak bersalah. Ia melakukan penelitian tentang strategi keamanan negara. Jaksa mengatakan dia menerima tuduhan di pengadilan Abu Dhabi, yang membuktikan dirinya bersalah karena "memata-matai untuk atau atas nama" pemerintah Inggris.

Perdana Menteri Inggris mengatakan negaranya sedang melakukan pembicaraan dengan pemerintah Emirat. Theresa May menyebut, Menteri Luar Negeri Jeremy Hunt "mencari sambungan dengan Menteri Luar Negeri UEA Abdullah bin Zayed".


“Sangat terkejut dan kecewa oleh putusan pengadilan. Kami sudah mengangkat kasus itu pada tingkat tertinggi pemerintah UAE,” tutur Hunt, seperti dikutip BBC, Kamis, 22 November 2018.

“Putusan itu bukan apa yang kita harapkan dari seorang sahabat dan mitra terpercaya Kerajaan Inggris, serta bertentangan dengan jaminan sebelumnya,” jelasnya.

Dalam sebuah pernyataan, keluarga Hedges berkata bahwa selama enam pekan pertama penahanannya dia diinterogasi tanpa pengacara dan akses konsuler tidak tersedia. Selama itu ia dipaksa menandatangani dokumen dalam bahasa Arab yang menjadi pengakuan, kata mereka.

"Matthew tidak berbicara atau membaca bahasa Arab," tambah keluarga itu. Istri Hedges, Daniela Tejada, yang hadir dalam sidang singkat sebelumnya, mengatakan bahwa dia mengalami "kejutan".

Dia berkata: "Matthew tidak bersalah. Kementerian Luar Negeri mengetahui hal ini dan telah menjelaskan kepada pemerintah UAE bahwa Matthew bukan mata-mata bagi mereka."

"Seluruh kasus ini telah ditangani secara mengerikan sejak awal tanpa seorang pun menganggap serius kasus Matthew," cetusnya.

Dia memaksa pemerintah Inggris "harus mengambil sikap sekarang" dan pemerintah UAE "harus merasa malu atas ketidakadilan yang jelas seperti itu" Menurut surat kabar Abu Dhabi, The National, hukuman seumur hidup berarti maksimum 25 tahun penjara, setelah itu Hedges akan dideportasi.

Hedges, yang juga bertanggung jawab atas ongkos perkara itu, memiliki 30 hari untuk mengajukan banding selama waktu itu dia akan ditahan, lapor surat kabar tersebut.

Jaksa Agung Dr Hamad Saif Al Shamsi membenarkan bahwa hukuman itu belum final dan mengatakan Hedges memiliki hak untuk mengajukan banding di hadapan Mahkamah Agung Federal untuk pengadilan ulang. Dr Al Shamsi mengatakan Hedges telah muncul di pengadilan dengan perwakilan kedutaan Inggris.

Sementara itu, Hunt mendesak UEA untuk mempertimbangkan kembali kasus tersebut. Wakil Rektor Universitas Durham, Profesor Stuart Corbridge, mengatakan kondisi Hedges yang ditahan "melanggar hak asasi manusia".



(FJR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id