Selain mengalami perkembangan ekonomi, kota-kota ini menawarkan pengalaman wisata yang beragam, mulai dari menjelajahi bangunan bersejarah hingga mencicipi kuliner lokal.
Dilansir dari laman BBC pada Selasa, 20 Oktober 2026, Global Cities Index mengidentifikasi 28 kota yang berkembang pesat pada 2026 dan diperkirakan semakin berpengaruh pada tahun-tahun mendatang. Perubahan tersebut bukan hanya terlihat dari aktivitas ekonomi, tetapi juga dari kehidupan budaya, kawasan baru, dan jaringan transportasi yang semakin berkembang.
Lima kota berikut bisa menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin mencoba pengalaman berbeda, baik untuk menikmati sejarah, berburu kuliner, maupun menjelajahi sisi modern sebuah kota.
1. Kota Toulouse, Prancis
Toulouse bisa menjadi alternatif bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana Prancis di luar Paris. Kota ini diperkirakan mengalami pertumbuhan populasi sekitar 57.000 jiwa dalam empat tahun mendatang. Iklim yang relatif sejuk, biaya hidup yang lebih terjangkau, serta kualitas hidup yang baik turut membuatnya menarik bagi pendatang.
Dari sisi wisata, Toulouse menawarkan kafe independen, bar koktail, kuliner, dan beragam aktivitas budaya. Kota ini juga dikenal sebagai pusat industri kedirgantaraan dan menjadi lokasi kantor pusat global Airbus.
Wisatawan yang tertarik dengan dunia penerbangan bisa mengunjungi Cite de I’Espace untuk mengenal eksplorasi luar angkasa atau Aeroscopia untuk melihat sejarah penerbangan. Ada juga La Halle de La Machine tempat seni dan teknologi berpadu melalui pertunjukan makhluk mekanis berukuran besar.
2. Kota Ho Chi Minh, Vietnam
Ho Chi Minh menjadi pilihan menarik bagi pencinta wisata perkotaan yang ingin merasakan perpaduan sejarah, kehidupan modern, dan kuliner Asia Tenggara. Sektor pariwisatanya juga berkembang, dengan lebih dari delapan juta pengunjung internasional pada 2025.
Untuk mengenal sejarahnya, wisatawan dapat mengunjungi Kantor Pos Pusat dan Gedung Opera yang memiliki pengaruh arsitektur kolonial Prancis. Museum Peninggalan Perangjuga bisa menjadi pilihan untuk memahami sejarah konflik di Vietnam.
Jika ingin menjelajahi sisi lain kota, kawasan Cho Lon menawarkan pasar, kuil, dan toko obat tradisional di lingkungan Pecinan bersejarah. Sementara itu, Thao Dien memiliki butik independen, galeri, dan produk dari merek lokal Vietnam.
Jangan lewatkan kuliner khas seperti banh mi (roti baguette ala Vietnam), com tam (nasi pecah) serta banh xeo (pancake gurih yang renyah). Ragam kuliner ini menjadi salah satu alasan untuk menikmati Ho Chi Minh lebih dari sekadar wisata sejarah.
3. Kota Warsawa, Polandia
Warsawa menawarkan pengalaman wisata yang memadukan sejarah panjang dengan kehidupan kota modern. Perekonomiannya diproyeksikan tumbuh sekitar 3 persen per tahun, hampir dua kali lipat rata-rata kota-kota Eropa menurut materi sumber.
Bagi wisatawan yang baru pertama kali datang, perjalanan bisa dimulai dari Istana Kebudayaan dan Sains, bangunan ikonik dari era Soviet. Setelah itu, pengunjung dapat menyusuri boulevard Nowy Swiat menuju Kota Tua Warsawa, kawasan bersejarah yang dibangun kembali setelah kehancuran akibat Perang Dunia II.
Pengalaman di Warsawa juga bisa dilengkapi dengan mencicipi paczki, donat khas Polandia, atau makan di bar mleczny, kedai sederhana yang menyajikan hidangan rumahan dengan harga relatif terjangkau.
Baca Juga :
Wisata ke Indonesia, Ini yang Dicari Turis Asing
4. Medellin, Kolombia
Salah satu cara menarik untuk menjelajahi Medellín adalah menggunakan Metrocable, sistem kereta gantung yang menjadi bagian dari transportasi umum kota. Selain membantu mobilitas warga, moda transportasi ini membawa pengunjung menuju kawasan perbukitan dan memberikan sudut pandang berbeda terhadap kehidupan kota.
Wisatawan juga bisa mengunjungi Comuna 13, kawasan yang dahulu dikenal dengan tingkat kekerasan tinggi dan kini menjadi tujuan wisata seni jalanan. Mural warna-warni, eskalator, dan pertunjukan musik menjadi bagian dari perjalanan untuk memahami perubahan sosial di kawasan tersebut.
Untuk suasana yang lebih santai, kawasan El Poblado dan Laureles bisa dijelajahi untuk menemukan kreator lokal, kafe, serta berbagai tempat menarik. Medellin cocok bagi wisatawan yang ingin menikmati seni, budaya perkotaan, dan kisah transformasi sebuah kota.
5. Abu Dhabi, UEA
Abu Dhabi kerap berada di bawah bayang-bayang Dubai, tetapi ibu kota Uni Emirat Arab ini memiliki karakter wisata tersendiri. Kota tersebut telah mengembangkan ekonominya dari ketergantungan pada minyak menuju sektor teknologi, energi terbarukan, properti, dan keuangan.
Dari sisi perjalanan, Abu Dhabi menawarkan perpaduan bangunan modern, pantai, dan kawasan alam. Suasananya relatif lebih tenang dibandingkan Dubai, dengan ruang terbuka yang memungkinkan wisatawan berpindah dari pusat kota menuju pesisir atau kawasan hijau.
Salah satu destinasi yang bisa dikunjungi adalah Jubail Mangrove Park yang menawarkan pengalaman menikmati hutan bakau di tengah lingkungan perkotaan, menjadi pilihan bagi pengunjung yang ingin beristirahat sejenak dari suasana kota modern.
Perkembangan Abu Dhabi memperlihatkan bahwa destinasi wisata tidak selalu harus identik dengan keramaian dan kemewahan. Kota ini menawarkan pilihan bagi wisatawan yang ingin menggabungkan wisata perkotaan dengan alam dalam suasana yang lebih santai. (Wisa Irena Br Sitepu)