Penjaga Pantai AS mengevakuasi korban Badai Dorian dari Marsh Harbour ke Nassau, Bahama. (Foto: US Coast Guard/AFP / Hunter Medley)
Penjaga Pantai AS mengevakuasi korban Badai Dorian dari Marsh Harbour ke Nassau, Bahama. (Foto: US Coast Guard/AFP / Hunter Medley)

PBB: 70 Ribu Warga Bahama Butuh Bantuan Darurat

Arpan Rahman • 08 September 2019 18:05
Freeport: Ribuan korban Badai Dorian di Kepulauan Bahama membutuhkan bantuan darurat, lebih kurang sepekan usai badai dahsyat itu menerjang pada 1 September. Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan sekitar 70 ribu orang di Grand Bahama dan juga Kepulauan Abaco membutuhkan bantuan darurat.
 
Jumlah korban jiwa badai Dorian di Bahama sejauh ini tercatat 43 orang. Namun otoritas Bahama meyakini jumlahnya dapat terus bertambah.
 
Dikutip dari BBC, Sabtu 7 September 2019, Program Makanan Dunia (WFP) mengatakan sekitar 90 persen rumah, bangunan dan infrastruktur di Marsh Harbour rusak terkena imbas Dorian. Ribuan warga di wilayah itu pun terpaksa mengungsi ke gedung-gedung pemerintah, pusat medis dan gereja.

"Kebutuhan para korban badai masih sangat tinggi," kata juru bicara WFP Herve Verhoosel.
 
"Evakuasi dengan menggunakan kapal feri berjalan relatif lamban. Ada ratusan warga yang melarikan diri (dari Bahama) pada setiap harinya," lanjut dia.
 
Angkatan Laut Inggris mengaku telah mengerahkan 18 tambahan staf medis untuk bergabungan dengan kapal RFA Mounts Bay yang telah mengirimkan bantuan ke Bahama usai Dorian berlalu. Satu kapal Inggris lainnya, HMS Protector, mengambil pasokan bantuan di Bermuda dan akan bertolak ke Bahama pada Senin besok.
 
Penjaga Pantai AS mengaku telah mengerahkan sembilan kapal ke Bahama. Enam helikopter Penjaga Pantai AS sejauh ini telah menyelamatkan 290 orang di Bahama.
 
Shenelle Kemp, seorang warga di Grand Bahama, mengaku belum mendapat bantuan apapun setelah Dorian menerjang. "Kami tidak punya makanan dan air. Kami seperti ditelantarkan di sini," ungkap Kemp.
 
Sejauh ini pemerintah Bahama belum dapat menentukan secara pasti skala kerusakan yang ditimbulkan Badai Dorian.
 
Pada Jumat 6 September malam, Perdana Menteri Bahama Hubert Minnis memprediksi angka korban tewas akibat Dorian "akan bertambah secara signifikan."
 
"Ini adalah realitas pahit di tengah situasi kelam di negara kami," ungkap PM Minnis. "Hilangnya banyak korban jiwa ini adalah sebuah musibah berat," lanjutnya.
 
Hari ini, Minggu 8 September 2019, Badai Dorian tiba di Nova Scotia, Kanada. Kedatangan Dorian memicu pemadaman listrik untuk ratusan ribu warga di Nova Scotia.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(WIL)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan