PM Irak Adel Abdul Mahdi dalam konferensi pers di Berlin, Jerman, 30 April 2019. (Foto: AFP/TOBIAS SCHWARZ)
PM Irak Adel Abdul Mahdi dalam konferensi pers di Berlin, Jerman, 30 April 2019. (Foto: AFP/TOBIAS SCHWARZ)

Parlemen Irak Setujui Pengunduran Diri PM Abdul Mahdi

Internasional konflik irak irak krisis irak
Arpan Rahman • 02 Desember 2019 14:06
Baghdad: Palemen Irak telah menyetujui pengunduran diri Perdana Menteri Adel Abdul Mahdi di tengah gelombang aksi protes yang telah berlangsung sejak beberapa pekan terakhir.
 
Hingga saat ini belum ada tokoh yang berpotensi dapat menggantikan PM Abdul Mahdi. Ketua parlemen Irak mengatakan Presiden Barham Saleh akan diminta untuk menunjuk seorang sosok untuk dijadikan PM baru Irak.
 
Disitir dari BBC, keputusan menerima pengunduran diri PM Abdul Mahdi dilakukan parlemen dalam sebuah sesi rapat darurat pada Minggu 1 Desember 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hukum yang berlaku di Irak saat ini belum mengatur secara jelas mengenai proses lanjutan dari mundurnya seorang perdana menteri. Namun para anggota parlemen menyetujui pengunduran diri PM Abdul Mahdi berdasarkan saran hukum dari Mahkamah Agung Irak.
 
Di bawah konstitusi Irak, seorang presiden dapat meminta blok terbesar di parlemen untuk menominasikan seorang perdana menteri yang nantinya akan membentuk sebuah pemerintahan baru.
 
Menurut sejumlah laporan, PM Abdul Mahdi bersama jajarannya akan bertindak sebagai pemimpin interim hingga pemerintahan baru terpilih di Irak.
 
Saat parlemen menggelar rapat darurat, aksi protes berujung bentrok masih terjadi di beberapa kota di Irak, termasuk Baghdad dan Najaf.
 
Sejumlah laporan menyebut jumlah korban jiwa dalam gelombang protes di Irak yang dimulai sejak awal Oktober telah mencapai 400 orang.
 
Pemicu unjuk rasa adalah kemarahan warga Irak yang geram atas minimnya lapangan pekerjaan, maraknya korupsi di jajaran pemerintah dan juga layanan publik yang buruk.
 
Sementara itu, Paus Fransiskus mengecam keras tindakan aparat keamanan Irak yang dinilai terlalu berlebihan dalam merespons demonstran.
 
"Saya sedih saat mengetahui bahwa aksi demonstrasi (di Irak) disambut respons keras, yang menelan puluhan korban," kata Fransiskus dalam sebuah prosesi misa. Fransiskus mengaku ingin mengunjungi Irak tahun depan.

 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif