Imbauan ini disampaikan menyusul situasi keamanan yang terus berkembang di wilayah tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Menteri Luar Negeri Sugiono saat menyambut kepulangan rombongan repatriasi WNI dari Iran di Bandara Internasional Soekarno-Hatta Terminal 3, Selasa, 10 Maret 2026.
Sugiono menekankan masyarakat perlu mempertimbangkan kembali rencana perjalanan ke negara-negara di kawasan Timur Tengah, terutama dalam kondisi keamanan yang belum sepenuhnya stabil.
“Jika ingin melakukan perjalanan ke wilayah Timur Tengah, perhatikan kembali status situasi yang ada. Jika dianggap tidak mendesak atau tidak perlu, saya kira sebaiknya dibatasi sampai keadaan benar-benar memungkinkan,” ujar Sugiono.
| Baca juga: Virus Nipah Merebak di India, Kemlu Pastikan Tidak Ada WNI yang Terjangkit |
Ia menambahkan, pemerintah terus memantau perkembangan situasi keamanan secara ketat, khususnya dampak konflik yang melibatkan sejumlah negara besar di kawasan terhadap keselamatan warga sipil.
Sebelumnya, sebanyak 22 WNI telah dievakuasi dari Iran dan tiba di Indonesia pada hari ini. Sugiono menambahkan, masih ada 10 WNI lainnya yang dijadwalkan tiba pada Rabu, 11 Maret 2026 sebagai bagian dari proses repatriasi.
Selain melakukan evakuasi, Kemlu juga terus memperkuat koordinasi dengan seluruh perwakilan diplomatik Indonesia di Timur Tengah. Pemantauan situasi dilakukan selama 24 jam untuk menentukan langkah mitigasi berikutnya bagi WNI yang masih berada di wilayah terdampak.
Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus memberikan informasi terbaru mengenai perkembangan keamanan di kawasan tersebut guna memastikan perlindungan maksimal bagi seluruh WNI.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News