Oman Tolak Jadi Mediator Konflik Palestina Israel
Menlu Oman Yousuf bin Alawi bin Abdullah (tengah) di kompleks Masjid Al-Aqsa, Yerusalem, 15 Februari 2018. (Foto: AFP/AHMAD GHARABLI)
Manama: Oman menegaskan tidak bersedia menjadi "mediator" konflik Palestina dan Israel, Sabtu 27 Oktober 2018. Penolakan ini mementahkan spekulasi ke arah tersebut usai Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengunjungi Oman belum lama ini.

Dalam konferensi pertahanan di Manama, Bahrain, Menteri Luar Negeri Oman Yousuf bin Alawi bin Abdullah mengatakan kesultanannya hanya menawarkan ide-ide untuk membantu menyelesaikan konflik Palestina dan Israel.

Alih-alih menjadi mediator, Menlu Alawi mengatakan Oman mengandalkan Amerika Serikat dan upaya dari Presiden Donald Trump untuk menyelesaikan konflik Palestina dan Israel.


Selama ini, Trump berambisi menjadi mediator dan menyelesaikan konflik Palestina dan Israel melalui "perjanjian terhebat abad ini." "Kami sangat optimistis terhadap proposal Israel-Palestina tersebut," ujar Menlu Alawi, seperti dikutip dari kantor berita TRT World.

Menlu Bahrain Khalid bin Ahmed Al Khalifa mendukung Oman yang hanya ingin memberikan ide-ide terhadap perdamaian Palestina Israel. Sementara Menlu Arab Saudi Adel al-Jubeir meyakini normalisasi hubungan dengan Israel hanya bisa dicapai melalui proses damai.

Baca: Two State Solution, Satu-Satunya Solusi Perdamaian Palestina-Israel

Kamis kemarin, PM Netanyahu melakukan kunjungan mendadak ke Oman. PM Netanyahu datang bersama istrinya, Sara, didampingi Kepala Badan Intelijen Israel Yossi Cohen beserta Penasihat Keamanan Nasional Meir Ben-Shabbat.

Disitir dari kantor berita Al Jazeera, kantor PM Netanyahu mengatakan kunjungan ini merupakan undangan langsung dari Sultan Qaboos. "Kunjungan juga merupakan hasil dari kontak berkepanjangan antar kedua negara," ungkap kantor PM Netanyahu.



(WIL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id