Asap hitam membubung tinggi dari markas terakhir ISIS di Baghouz, Suriah, 3 Maret 2019. (Foto: AFP/BULENT KILIC)
Asap hitam membubung tinggi dari markas terakhir ISIS di Baghouz, Suriah, 3 Maret 2019. (Foto: AFP/BULENT KILIC)

Asap Hitam Membubung Tinggi dari Markas Terakhir ISIS

Internasional krisis suriah isis konflik suriah
Willy Haryono • 04 Maret 2019 07:31
Baghouz: Suara tembakan senjata api dan ledakan bom terdengar dari arah markas terakhir kelompok militan Islamic State (ISIS) di Suriah, yakni di Baghouz Al-Fawqani. Asap hitam juga terlihat membubung tinggi dari desa kecil di wilayah Deir Ezzor tersebut.
 
"Awas hati-hati, segera berlindung!" teriak salah satu komandan Pasukan Demokratik Suriah (SDF), Hagit Qamishlo kepada para jurnalis kantor berita AFP dari teras rumah yang berjarak sekitar 800 meter dari lokasi pertempuran.
 
Beberapa menit setelah peringatan tersebut, sebuah pesawat jet tempur dari koalisi pimpinan Amerika Serikat datang dan menggempur Baghouz. Serangan menghancurkan sejumlah rumah, termasuk beberapa yang diyakini sebagai tempat persembunyian militan ISIS.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Bagus! Serangan tadi mengenai posisi penembak jitu (ISIS)," tutur Qamishlo, berbicara kepada rekannya via walkie talkie. Ia kemudian bertanya kepada beberapa rekannya apakah mereka sudah menginformasikan lokasi musuh kepada koalisi AS.
 
Satu jam sebelum gempuran tersebut, sebuah serangan udara koalisi AS mengenai sebuah gudang amunisi bawah tanah milik ISIS. Serangan udara tersebut memicu rentetan ledakan dari bahan peledak, yang kemudian disambut sorak sorai para pejuang SDF.
 
SDF mengklaim wilayah kekuasaan ISIS di Baghouz kini hanya tersisa 700 meter per segi. Beberapa pekan lalu, lokasi pertempuran dipenuhi tenda yang digunakan militan ISIS untuk bersembunyi di tengah warga sipil.
 
Area kecil di Baghouz ini adalah sisa dari kekhilafahan yang dideklarasikan pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi di Irak dan Suriah pada 2014.
 
Operasi penyerangan terakhir ke Baghouz ini sempat terhenti karena masih adanya warga sipil yang dijadikan perisai hidup oleh ISIS. Namun operasi dilanjutkan kembali pada Jumat 1 Maret.
 
"Mereka sudah benar-benar terkepung," ujar seorang komandan SDF lainnya, Sefqan, kepada AFP. "Tapi mereka memasang banyak ranjau di jalanan dan rumah-rumah," lanjutnya.
 
Para komandan SDF berulang kali menyatakan bahwa ISIS sudah hampir dapat dikalahkan sepenuhnya di Baghouz. "Mungkin membutuhkan waktu empat atau lima hari ke depan untuk menang, tergantung dari berapa banyak jumlah militan tersisa," sebut Sefqan.
 
"Dengan banyaknya terowongan yang mereka buat, kami belum tahu jumlah pasti mereka saat ini," ungkapnya.
 
Baca:ISIS Semakin Terpojok di Markas Terakhir Suriah
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif