"Dalam dua sampai tiga minggu paket rekonstruksi serius, perlu dikembangkan, di mana kita akan membutuhkan bantuan besar dari masyarakat internasional," kata Menteri Informasi Nepal Minendra Rijal seperti dilansir AP, Senin (4/5/2015).
Rijal mengatakan, pihaknya belum mampu memprediksi dana yang dibutuhkan untuk membangun Nepal seperti sedia kala atau lebih baik. Namun yang pasti, dana yang dibutuhkan sangat besar. Nepal tak mampu membangun sendiri negara mereka. Sebab, di samping menyandang predikat salah satu negara termiskin di dunia, sumber ekonomi dari dunia pariwisata juga lumpuh akibat gempa.
Dia juga mengatakan petugas penyelamat asing masih diterima di Nepal dan bisa tetap, selama mereka dibutuhkan. Pernyataan ini, menyangkal bahwa pihaknya, ingin penyelamat asing untuk meninggalkan Nepal. Akan tetapi dia meluruskan, tindakan pascagempa bergeser dari modus penyelamatan dan akan lebih berkonsentrasi pada operasi bantuan atau rekonstruksi.
Sejak Gempa, 25 April lalu, 4.050 petugas penyelamat dari 34 negara yang berbeda telah mendarat di Nepal untuk membantu dalam operasi penyelamatan, memberikan perawatan medis darurat dan mendistribusikan makanan dan kebutuhan lainnya. Gempa kali ini dinilai yang terburuk sejak 80 tahun terakhir dan menelan korban jiwa hingga 7.365 orang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News