Menlu Retno Marsudi/Dok Kemenlu.
Menlu Retno Marsudi/Dok Kemenlu.

Pasukan Perdamaian Asal Indonesia Gugur dalam Serangan di Kongo

Internasional konflik kongo rd kongo
Marcheilla Ariesta • 23 Juni 2020 22:26
Jakarta: Seorang anggota Pasukan Penjaga Perdamaian asal Indonesia, Serma Rama Wahyudi, dilaporkan gugur dalam serangan di Kongo. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyampaikan duka cita.
 
"Duka cita mendalam atas berpulangnya Serma Rama Wahyudi, salah satu anggota pasukan perdamaian Indonesia yang bertugas di misi MONUSCO," kata Retno dalam unggahan di akun resmi Twitter, Selasa, 23 Juni 2020.
 
Retno mengatakan Serma Rama meninggal akibat serangan yang terjadi pada misi perdamaian PBB di Kongo tersebut. Serangan oleh kelompok militan terjadi pada Senin. 22 Juni malam waktu setempat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"DK PBB mengutuk keras serangan kepada MONUSCO dan meminta otoritas Kongo untuk melakukan investigasi dan membawa pelakunya ke meja pengadilan," ungkap Retno.
 
Indonesia, kata Retno, memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Serma Rama yang gugur dalam bertugas.
 
"Penghargaan setinggi-tingginya kepada Serma Rama Wahyudi atas pengabdiannya dalam menjaga perdamaian dunia," imbuhnya.
 
Baca:Menlu Serukan Gencatan Senjata di Wilayah Konflik Selama Pandemi
 
Insiden penyerangan terjadi sekitar 20 kilometer dari kota Beni, Provinsi Kivu Utara, Republik Demokratik Kongo. Dilansir dari AFP, Kepala MONUSCO, Leila Zerrougui, mengatakan serangan dilakukan oleh pasukan sekutu demokrat (ADF), yang merupakan kelompok bersenjata di timur Kongo.
 
ADF adalah gerakan pemberontak muslim yang berasal dari negara tetangga Uganda pada 1990-an. Mereka menentang pemerintahan Presiden Uganda Yoweri Museveni.
 
Pada 1995, kelompok ini pindah ke Kongo dan menjadikan negara itu seabagai basis operasinya. Meski demikian, mereka tidak melakukan serangan di Uganda selama bertahun-tahun.
 
MONUSCO adalah organisasi misi bentukan PBB untuk menstabilkan situasi di Kongo. Misi ini didirikan oleh Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam resolusi DK PBB 1279 pada tahun 1999, dan resolusi DK PBB 1291 pada tahun 2000 untuk memantau proses perdamaian Perang Kongo kedua.
 
(ADN)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif