Ilustrasi oleh Medcom.id.
Ilustrasi oleh Medcom.id.

Penggal Pendaki Skandinavia, Tiga Teroris Divonis Mati

Internasional terorisme
Arpan Rahman • 28 Juni 2019 18:07
Rabat: Tiga tersangka teroris yang membunuh dua pendaki Skandinavia Desember lalu kemungkinan menghadapi hukuman mati di Maroko.
 
Pelajar Denmark Louisa Vesterager Jespersen, 24, dan Norwegia Maren Ueland, 28, dibunuh secara brutal di kaki gunung tertinggi di Afrika Utara, Toubkal, dekat Marrakesh.
 
Louisa dan Maren, yang kuliah di universitas yang sama dan tinggal di kamar bersama, berkemah di pegunungan Atlas, di Maroko, untuk liburan Natal. Mereka ditemukan dengan leher terpenggal di kaki gunung.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Abdessamad Ejjoud, 25, dan sesama pembunuh Younes Ouaziyad, 27, mengaku secara brutal membunuh Louisa dan Maren sementara Rachid Afatti, 33, merekam pemenggalan lewat teleponnya.
 
Jaksa penuntut kini telah meminta hukuman mati bagi tersangka militan, yang bersumpah setia kepada kelompok Islamic State (ISIS), lapor Daily Mail.
 
Jumat 28 Juni 2019, jaksa penuntut memburu hukuman maksimal bagi mereka, tetapi Maroko telah membekukan eksekusi sejak 1993.
 
"Mereka juga menginginkan hukuman penjara antara 15 tahun dan seumur hidup untuk 21 terdakwa lainnya. Semuanya kecuali tiga dari mereka yang diadili mengatakan mereka adalah pendukung ISIS," kata jaksa penuntut, seperti dikutip Daily Mail, Jumat, 28 Juni 2019.
 
Jaksa mengatakan ketiga pembunuh itu adalah "monster haus darah".
 
Mereka menambahkan bahwa pemeriksaan post-mortem menemukan 23 cedera pada tubuh Louisa yang dipenggal dan tujuh luka pada Maren.
 
Abdessamad Ejjoud, 25, mengaku menyesal membantai salah seorang pendaki, meskipun dia mengklaim temannya telah dibunuh oleh rekannya Younes Ouaziyad.
 
Pengacara untuk keluarga Louisa mengatakan pada Kamis bahwa pergerakan ketiga tersangka belum dipantau secara memadai oleh pihak berwenang.
 
Mereka menyebutkan nyawa kedua gadis itu bisa diselamatkan jika mereka bertindak berdasarkan informasi yang berkaitan dengan mantan pedagang kaki lima Ejjoud.
 
Ejjoud, yang diduga sebagai biang keladinya, telah dihukum karena mencoba bergabung dengan ISIS di Suriah dan dibebaskan pada 2015.
 
Dia sudah bergaul dengan mantan narapidana dan orang lain tanpa pemeriksaan yang layak. Polisi gagal bertindak ketika diberitahu tentang tindakannya, kata pengacara Khaled El Fataoui.
 
ISIS tidak pernah mengklaim bertanggung jawab atas pembunuhan itu dan kepala anti-teror Maroko bersikeras bahwa terdakwa tidak memiliki kontak dengan kelompok militan di zona konflik.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif