Tunangan Jamal Khashoggi, Hatice Cengiz kecam sikap diam terhadap Arab Saudi. Foto: AFP
Tunangan Jamal Khashoggi, Hatice Cengiz kecam sikap diam terhadap Arab Saudi. Foto: AFP

Tunangan Khashoggi Kecam Sikap Pasif Internasional ke Saudi

Internasional Jamal Khashoggi
Fajar Nugraha • 04 Desember 2019 10:58
Brussel: Tunangan dari jurnalis Arab Saudi yang dibunuh di Turki, mengecam sikap pasif dunia internasional terhadap kasus yang menewaskan Jamal Khashoggi. 14 bulan setelah pembunuhan itu, masih belum ada titik terang.
 
Khashoggi, yang dikenal sebagai kontributor media Amerika Serikat (AS) The Washington Post, dibunuh pada Oktober 2018 oleh agen Arab Saudi di gedung Konsulat Jenderal Arab Saudi di Istanbul. Saat dibunuh, Khashoggi tengah mengurus dokumen pernikahannya dengan Hatice Cengiz.
 
Cengiz, yang warga negara Turki, menyesalkan bahwa ‘tidak ada tindakan signifikan oleh masyarakat internasional’ sejak sebuah laporan PBB tentang pembunuhan pada Juni. Pelapor khusus PBB untuk eksekusi di luar proses hukum, ringkasan atau arbitrer, Agnes Callamard turut menyampaikan hal tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ini bukan file yang bisa ditutup seperti ini. Bagi saya, pembunuhan Jamal Khashoggi adalah pembunuhan paling tidak manusiawi di era modern," kata Cengiz, Rabu, 4 Desember 2019.
 
"Saya ingin itu terus mengganggu orang. Beberapa orang harus kehilangan tidurnya," tambahnya.
 
"Kami menyerukan penyelidikan internasional, itulah yang saya pribadi panggil dan kerjakan," kata Cengiz.
 
Laporan Callamard menemukan 'bukti yang dapat dipercaya' yang menghubungkan Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman dengan pembunuhan itu.
 
Callamard, yang tidak berbicara untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa tetapi melaporkan temuannya ke sana, telah meminta Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres untuk memulai penyelidikan kriminal internasional ke dalam kasus ini.
 
Callamard menyerukan moratorium ekspor peralatan pengawasan ke Arab Saudi dan sanksi yang menargetkan pejabat senior yang diduga terlibat dalam pembunuhan itu, termasuk Putra Mahkota.
 
"Uni Eropa, seperti halnya komunitas internasional lainnya, sangat mengecewakan dalam reaksi dan tindakannya terhadap Arab Saudi," kata Callamard, yang berada di Brussels untuk bertemu dengan para pejabat Uni Eropa.
 
Pakar itu juga menegaskan kembali kritiknya terhadap pertemuan G20 mendatang di Arab Saudi, yang merupakan "kesalahan", dan menyerukan kebebasan pers dan perlindungan hak asasi manusia untuk ditambahkan ke dalam agenda.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif