NEWSTICKER
Isabel dos Santos dalam sebuah acara di Maia, Portugal, 5 Februari 2018. (Foto: AFP/MIGUEL RIOPA)
Isabel dos Santos dalam sebuah acara di Maia, Portugal, 5 Februari 2018. (Foto: AFP/MIGUEL RIOPA)

Wanita Terkaya Afrika Dituduh Curi Uang Negara

Internasional Angola
Arpan Rahman • 20 Januari 2020 13:03
Luanda: Wanita terkaya Afrika dituduh telah melakukan korupsi dan juga mengeksploitasi sumber daya alam negaranya sendiri. Tudingan dilayangkan kepada Isabel dos Santos usai ribuan dokumen yang memperlihatkan aktivitas bisnisnya bocor ke media.
 
Anak dari mantan presiden Angola, dos Santos menghadapi tudingan mengeksploitasi koneksi keluarga demi mengamankan sejumlah kontrak di bidang pertanahan, minyak dan juga permata.
 
Menurut dokumen yang bocor ke media -- dilihat oleh BBC Panorama dan juga Guardian -- dos Santos dan suaminya telah membeli banyak aset negara dan juga menyedot ratusan juta dolar dari Angola.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dengan kekayaan diestimasi mencapai GBP2 miliar (setara Rp35,4 triliun), dos Santos membantah semua tudingan dan mengklaim dirinya merupakan korban dari 'perburuan' yang dipimpin Pemerintah Angola.
 
Ia juga menuliskan di Twitter bahwa ribuan dokumen yang bocor ke media itu "palsu" dan dibuat berdasarkan "informasi-informasi keliru." Sebelum ribuan dokumen ini muncul, dos Santos sudah diinvestigasi atas dugaan korupsi oleh Pemerintah Angola.
 
Ribuan dokumen terkait dos Santos awalnya diperoleh organisasi Platform to Protect Whistle-blowers in Africa (PPLAAF) dan kemudian diserahkan ke International Consortium of Investigative Journalists.
 
Sejumlah aktivis anti-korupsi merespons ribuan dokumen dengan menuding bahwa dos Santos telah mengeksploitasi kekayaan negaranya demi kepentingan pribadi. Mereka juga menyebut warga Angola telah menjadi korban dari gaya hidup mewah dos Santos.
 
"Setiap kali dia muncul di sejumlah majalah dunia, dan setiap kali dia menggelar pesta mewah di selatan Prancis, dia melakukannya dengan menginjak-injak aspirasi masyarakat Angola," kata Andrew Feinstein, kepala dari kelompok Corruption Watch, kepada BBC.
 
Dalam wawancara bersama BBC terkait ribuan dokumen, dos Santos berkata: "Saya menyesalkan mengapa Angola memilih jalan ini. Jika Anda melihat rekam jejak, pekerjaan yang telah saya lakukan, dan semua perusahaan yang sudah saya bangun, sudah jelas bahwa perusahaan saya merupakan perusahaan komersil."
 
"Apakah salah jika seorang warga Angola melakukan bisnis dengan perusahaan negara? Saya rasa tidak ada yang salah," tuturnya, dilansir dari Daily Telegraph, Senin 20 Januari 2020.
 
Dos Santos mengklaim dirinya menghadapi "prasangka" karena merupakan anak Jose Eduardo dos Santos, presiden Angola dari tahun 1979 hingga 2017.
 
Bertempat tinggal dan menempuh pendidikan di Inggris, dos Santos telah menikah dengan Sindika Dokolo, seorang kolektor seni dan pebisnis asal Kongo.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif