Asap  dari lokasi kilang minyak Aramco yang diserang. Foto: AFP
Asap dari lokasi kilang minyak Aramco yang diserang. Foto: AFP

Arab Saudi Pamer Bukti Keterlibatan Iran dalam Serangan Kilang

Internasional arab saudi iran saudi aramco
Fajar Nugraha • 19 September 2019 07:13
Riyadh: Arab Saudi menunjukkan bukti-bukti bahwa pesawat tak berawak dan rudal milik Iran digunakan dalam serangan ke kilang minyak Aramco.
 
Pihak Arab Saudi menuduh serangan itu disponsori oleh Iran, tetapi tidak secara langsung menuduh Teheran meluncurkan serangan.
 
Iran membantah terlibat dalam serangan yang sudah diklaim oleh pemberontak Yaman, Houthi. Atas tuduhan itu, Iran telah mengancam AS bahwa mereka akan membalas ‘segera’ jika Teheran ditargetkan sebagai respons.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Konferensi pers oleh Juru Bicara militer Arab Saudi Kolonel Turki al-Malki muncul setelah ketegangan yang meningkat antara Iran dan AS mengenai Presiden Donald Trump secara sepihak menarik Amerika dari perjanjian nuklir Teheran tahun 2015 dengan kekuatan dunia.
 
AS menuduh Iran melancarkan serangan itu, sebagai tanggapan terhadap perang yang dipimpin Arab Saudi selama bertahun-tahun dan menewaskan puluhan ribu orang.
 
Al-Malki menegaskan untuk tidak secara langsung menuduh Iran menembakkan senjata atau meluncurkannya dari dalam wilayah Iran. Kerajaan Arab Saudi pun telah meminta bantuan dari penyelidik internasional dan PBB, baik memperpanjang penyelidikan dan internasionalisasi kesimpulannya.
 
"Serangan itu diluncurkan dari utara dan disponsori oleh Iran," kata Al-Malki kepada wartawan, seperti dikutip AFP, Kamis, 19 September 2019.
 
Mengatakan rudal diluncurkan dari Iran, kerajaan berpotensi menghindari respons yang dapat menyebabkan perang di antara negara-negara kelas di kawasan itu dan negara adidaya, Amerika Serikat. Namun, tidak membalas serangan juga membawa risiko meninggalkan Arab Saudi terkena serangan lanjutan.
 
Konferensi pers berlangsung dengan latar belakang drone yang rusak dan terbakar serta potongan-potongan satu rudal jelajah yang diduga dikumpulkan dari serangan itu. Al-Malki menggambarkan drone sebagai model ‘sayap delta’, yang terlihat seperti segitiga besar. Rudal jelajah, yang digambarkan Al-Malki sebagai tipe ‘Ya Ali’, memiliki mesin jet kecil yang melekat padanya.
 
“Delapan belas drone dan tujuh rudal jelajah diluncurkan dalam serangan itu,” ucap Al-Malki, dengan tiga rudal gagal mencapai target.
 
Dia mengatakan rudal jelajah memiliki jangkauan 700 kilometer, yang berarti mereka tidak mungkin ditembakkan dari dalam Yaman. Dia memutar video pengintai yang katanya menunjukkan sebuah drone datang dari utara. Gambar satelit yang dirilis sebelumnya oleh AS menunjukkan kerusakan sebagian besar pada sisi bangunan yang menghadap utara di lokasi tersebut.
 
"Ini adalah jenis senjata yang digunakan rezim dan IRGC (Pasukan Garda Revolusi) Iran terhadap target sipil dan infrastruktur fasilitas," tegasnya.
 
"Serangan ini tidak berasal dari Yaman, meskipun upaya terbaik Iran untuk membuatnya tampak begitu,” imbuhnya.
 
Iran mengirim catatan ke AS melalui diplomat Swiss di Teheran awal pekan ini, menegaskan bahwa Teheran membantah terlibat dalam serangan Arab Saudi, kantor berita negara IRNA melaporkan. Swiss telah menjaga kepentingan Amerika di Teheran selama beberapa dekade.
 
"Jika ada tindakan yang dilakukan terhadap Iran, tindakan itu akan segera dihadapi oleh jawaban Iran," kata IRNA mengutip catatan itu.
 
Kantor berita nasional Iran itu menambahkan bahwa tanggapan pemerintahnya tidak akan terbatas pada sumber ancaman, menunjukkan bahwa itu akan menimbulkan kerusakan di luar apa yang telah dideritanya.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif