Deretan kendaraan yang hangus terbakar akibat serangan udara di Aden, Yaman, 30 Agustus 2019. (Foto: AFP/NABIL HASAN)
Deretan kendaraan yang hangus terbakar akibat serangan udara di Aden, Yaman, 30 Agustus 2019. (Foto: AFP/NABIL HASAN)

Tujuh Bocah Tewas dalam Serangan Udara di Yaman

Internasional konflik yaman
Arpan Rahman • 25 September 2019 12:20
Qataba: Serangan udara koalisi militer pimpinan Arab Saudi di Yaman selatan menewaskan sedikitnya 16 orang pada Selasa 24 September 2019. Dari total korban tewas, tujuh diantaranya adalah anak-anak.
 
Dilansir dari Al Jazeera, serangan udara terjadi empat hari usai pemberontak Houthi asal Yaman mengajukan inisiatif perdamaian dan berjanji akan menghentikan seluruh serangan misil serta drone ke arah Saudi. Namun Houthi memberi catatan bahwa penghentian serangan baru akan dilakukan jika Saudi melakukan hal yang sama.
 
Seorang dokter di Rumah Sakit Al Thawra di provinsi Ibb mengatakan bahwa tujuh anak-anak dan empat perempuan termasuk dari deretan 16 korban tewas.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Enam belas orang, termasuk perempuan dan anak-anak, tewas dalam serangan. Sembilan orang juga terluka," kata seorang pejabat lokal kepada kantor berita AFP. Serangan terjadi di kota Qataba, provinsi Dhale.
 
Menurut laporan di saluran televisi Almasirah, Iran mengecam keras serangan koalisi Saudi. Teheran menilai koalisi Saudi tanpa ampun "terus melancarkan agresi" terhadap masyarakat Yaman.
 
Sementara itu, juru bicara koalisi Saudi mengatakan bahwa pasukan pemberontak menembakkan misil balistik dari arah Amran, kota yang terletak di barat laut ibu kota Sanaa. Namun misil itu tak berhasil mencapai Saudi dan jatuh di dalam wilayah Houthi di Yaman.
 
Sejauh ini koalisi Saudi belum memberikan keterangan apapun mengenai serangan udara di Qataba.
 
Puluhan ribu orang, sebagian besar warga sipil, tewas dalam konflik di Yaman sejak Saudi dan para sekutunya ikut mengintervensi pada Maret 2015. Saudi ikut dalam konflik dalam membela Presiden Yaman Abedrabbo Mansour Hadi, yang terusir dari Sanaa di akhir 2014.
 
Pertempuran di Yaman juga telah membuat jutaan orang telantar. Menurut data Perserikatan Bangsa-Bangsa, sekitar 24,1 juta warga Yaman -- lebih dari sepertiga total populasi negara tersebut -- membutuhkan bantuan darurat.
 
PBB menyebut pertempuran di Yaman telah memicu krisis kemanusiaan terburuk di era modern.
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif