Raja Salman melakukan pertemuan dengan Raja Bahrain (Foto: AFP).
Raja Salman melakukan pertemuan dengan Raja Bahrain (Foto: AFP).

59 Warga Qatar Masuk dalam Daftar Teroris Buatan Arab Saudi

Fajar Nugraha • 09 Juni 2017 15:33
medcom.id, Riyadh: Sebuah pernyataan gabungan antara Arab Saudi, Bahrain, Mesir dan Uni Emirat Arab (UEA), mendata 59 orang yang masuk dalam 'daftar teroris' terkait dengan Qatar.
 
Tidak hanya individu, Arab Saudi dan sekutunya juga menyertakan 12 organisasi yang berbasis atau didanai oleh Qatar dalam 'daftar teroris' itu.
 
Daftar yang dikeluarkan pada Kamis 8 Juni, termasuk pemimpin spiritual Ikhwanul Muslimin, Yousuf al-Qaradawi. 
 
"Daftar ini dikeluarkan sebagai bentuk komitmen untuk melawan terorisme. Termasuk pula untuk menghadang pendanaan terorisme, memerangi ideologi ekstremisme dan instrumen yang menyebar dan mempublikasinya," isi dari pernyataan tersebut, seperti dikutip Al Jazeera, Jumat 9 Juni 2017.
 
"Langkah yang diambil saat merupakan imbas dari pelanggaran yang terus menerus dilakukan oleh Doha (Qatar) atas komitmen dan kesepakatan yang ditandatangani. Termasuk komitmen untuk tidak mendukung atau memberikan perlindungan bagi kelompok yang mengancam keamanan negara-negara di kawasan," tegas pernyataan tersebut.
 
(Baca: Arab Saudi Minta Qatar Usir Anggota Hamas dan Ikhwanul Muslimin).
 
Dari 59 orang yang masuk dalam daftar ini, 18 diantaranya adalah pengusaha, politikus, anggota senior keluarga emir, termasuk juga seorang mantan menteri dalam negeri.
 
Arab Saudi bersama sekutunya, termasuk Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain dan Mesir memutus hubungan diplomatik dengan Qatar pada Senin 5 Juni. Mereka menuduh Qatar mendukung gerakan ekstremisme dan terorisme.
 
Sikap Arab Saudi ini kemudian diikuti oleh negara lain seperti Libya, Yaman, Maladewa, Mauritius. Tuduhan mendukung ekstremisme tersebut dibantah keras oleh Pemerintah Qatar.
 
"Kami tidak akan pernah menyerah atas tekanan yang ada. Qatar tidak akan pernah menyerahkan kedaulatan kebijakan luar negeri kami," tegas Menlu Qatar Syekh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani.
 
Menlu Mohammed Al Thani menegaskan bahwa Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad Al Thani tidak akan pergi dari negaranya sendiri, meskipun dalam kondisi blokade. Karena isolasi terhadap Qatar ini, Syekh Tamim tidak bisa menghadiri mediasi yang ditawarkan oleh Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih.
 
 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

Viral! 18 Kampus ternama memberikan beasiswa full sampai lulus untuk S1 dan S2 di Beasiswa OSC. Info lebih lengkap klik : osc.medcom.id
(FJR)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan