Pasukan Yaman Rebut Bandara Hudaida dari Houthi
Pasukan pro pemerintah Yaman berkumpul di area bandara Hudaida, 19 Juni 2018. (Foto: AFP/STR)
Hudaida: Pasukan pro pemerintah Yaman berhasil merebut bandara Hudaida dari tangan pemberontak Houthi, Rabu 20 Juni 2018. Ini merupakan langkah besar dalam upaya merebut sepenuhnya kota Hudaida dari Houthi.

"Bandara sudah benar-benar direbut dan sudah berada dalam kendali kami," ujar komandan koalisi untuk Laut Merah, Abdul Salaam al-Shehi, dalam sebuah video di situs berita WAM asal Uni Emirat Arab.

Rabu pekan lalu, pasukan pro Yaman meluncurkan operasi besar-besaran untuk membersihkan Hudaida dari Houthi, yang menguasai kota tersebut sejak 2014.


Perserikatan Bangsa-Bangsa khawatir bantuan kemanusiaan akan sulit disalurkan ke Yaman jika Hudaida masih dikuasai pemberontak.

Bandara di Hudaida tidak operasional selama berada di tangan Houthi, dan dijadikan markas besar mereka.

Baca: Pertempuran Sengit Berlangsung di Bandara Krusial Yaman

Utusan PBB Martin Griffiths sempat berdiskusi selama empat hari di Sanaa, ibu kota Yaman yang masih dikuasai Houthi. Ia datang dalam upaya mencegah terjadinya perang besar-besaran di Hudaida.

UEA dan beberapa negara lain yang tergabung dalam koalisi pimpinan Arab Saudi telah mendukung Yaman sejak 2015. Koalisi menuduh Iran menggunakan Hudaida sebagai titik penyelundupan senjata kepada Houthi. Teheran membantah tuduhan tersebut.

Sejak 2015, perang untuk menguasai negara termiskin di dunia Arab itu sudah menewaskan sekitar 10.000 orang, dan memicu apa yang dikatakan PBB sebagai krisis kemanusiaan terbesar di dunia.

PBB menyebut sekitar 22 juta orang membutuhkan bantuan darurat di Yaman, dengan 8,4 juta lainnya di ambang kelaparan.



(WIL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id