Mustafa Amine Badreddine tewas di Suriah (Foto: Sky News)
Mustafa Amine Badreddine tewas di Suriah (Foto: Sky News)

Ribuan Orang Hadiri Pemakaman Komandan Senior Hizbullah

Internasional hizbullah
Fajar Nugraha • 14 Mei 2016 11:12
medcom.id, Beirut: Ribuan orang menghadiri pemakaman komandan senior Hizbullah yang tewas di Suriah. Mustafa Amine Badreddine dikabarkan tewas akibat sebuah ledakan.
Badreddine tewas saat memimpin pasukan milisi dalam perang saudara Suriah. Masih belum jelas siapa yang bertanggung jawab atas kematian pria berusia 55 tahun itu.
Pemakaman terhadap Badreddine dilakukan pada Jumat 13 Mei sore waktu setempat. Beberapa warga yang hadir dalam pemakaman, menyalahkan Israel sebagai pelaku pembunuhan terhadap Badreddine.

Ribuan Orang Hadiri Pemakaman Komandan Senior Hizbullah
Foto: Pemakamanan Mustafa Badreddine/Reuters
Pujian juga diarahkan kepada Badreddine. Menurut pendukung Hizbullah, bila tidak ada dirinya, Lebanon akan dikuasai oleh militan Islamic State (ISIS).
Wakil pemimpin Hizbullah Sheikh Naim Qassem mengatakan kelompok itu akan mengumumkan hasil penyelidikan atas kematian Sabtu. Tidak ada yang mengaku bertanggung jawab.
Badreddine, telah bertugas di Suriah selama lima tahun terakhir. Mereka yang dekat dengan Badreddine mengaku mendengar bahwa dia tidak akan kembali dari Suriah kecuali sebagai martir atau membawa bendera kemenangan.
"Informasi yang diperoleh dari penyelidikan awal adalah bahwa ledakan besar yang ditargetkan salah satu pusat kami dekat bandara internasional Damaskus, yang menyebabkan tewasnya Badreddin dan melukai beberapa orang lain," pernyataan pihak Hizbullah, seperti dikutip The Independent, Sabtu (14/5/2016).
Pemerintah Israel menolak untuk mengomentari apakah mereka memainkan peran dalam kematian Badreddine ini. Yaakov Amidor, mantan penasihat keamanan nasional untuk perdana menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan, "Kami tidak tahu apakah Israel bertanggung jawab untuk ini. Tapi ingat bahwa mereka yang beroperasi di Suriah saat ini memiliki banyak pembenci bahkan tanpa Israel".
Badreddine dituduh terlibat dalam pembunuhan Lebanon Perdana Menteri Rafeq Hariri di Beirut pada 2005. Selain itu dia diyakini sebagai pelaku pengeboman di barak Korps Marinir AS di Beirut, yang menewaskan 241 orang.
Dia dijatuhi hukuman mati di Kuwait selama rencana untuk meledakkan kedutaan Amerika dan Perancis di sana selama perang Iran-Irak, tapi dibebaskan oleh pasukan Irak setelah Saddam Hussein menyerbu Kuwait.

 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif