Houthi bergerak pada malam hari dan menguasai distrik Mualla. Menurut seorang pejabat yang enggan disebut namanya, mereka merebut kompleks pemerintahan, termasuk kantor gubernur.
Dengan dibantu unit pemberontak lainnya, Houthi membombardir wilayah permukiman dan membakar serta merusak sejumlah bangunan di Aden.
Warga setempat melaporkan adanya sejumlah korban jiwa dan puluhan keluarga terpaksa melarikan diri dari Aden, kota pelabuhan di bekas kawah gunung berapi yang menjorok ke lautan.
"Penembak jitu, yang bersiaga di atap gedung pemerintahan, membidik pejalan kaki dan pejabat setempat," ucap pejabat pro Presiden Hadi, Khalid Bashaea, pada AFP.
Setidaknya 185 orang dilaporkan tewas dalam pertempuran pasukan loyalis Presiden Hadi dengan pemberontak.
Pada September lalu, Houthi menguasai banyak titik di ibu kota Sanaa dan berhasil menguasai sepenuhnya pada Februari. Presiden Hadi pun berlindung ke Aden dan pada akhirnya melarikan diri ke Arab Saudi sebulan lalu.
Istana kepresidenan di Aden sempat direbut Houthi pada Kamis kemarin, namun berhasil dihalau serangan udara koalisi Arab.
Banyak negara, termasuk Indonesia, mengevakuasi warganya dari wilayah konflik di Yaman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News