"Petugas menangkap sejumlah orang dalam jumlah signifikan dari jaringan di balik serangan teroris," ucap Menteri Dalam Negeri Tunisia Najem Gharsalli.
"Saya berjanji kepada para korban. Kumpulan kriminal ini akan diseret ke hadapan hukum agar mendapat hukuman setimpal," tambah dia, seperti dilansir AFP, Senin (29/6/2015).
Polisi telah mengidentifikasi pelaku pembantaian sebagai Seifeddine Rezgui, pria 23 tahun yang menembakkan senapan Kalashnikov dan menewaskan 38 turis asing. Rezgui tewas ditembak petugas.
Serangan mematikan ini diklaim kelompok militan Islamic State (ISIS). Dari 38 korban tewas, 15 hingga 30 di antaranya adalah warga Inggris.
Menteri Dalam Negeri Inggris Theresa May yang mengunjungi lokasi bertekad "mengalahkan siapapun yang berusaha meruntuhkan kebebasan dan demokrasi" dan juga bersumpah bahwa "teroris tidak akan pernah bisa menang."
Pembantaian ini merupakan yang terburuk menimpa warga Inggris sejak pemboman di sistem transportasi London pada 2005.
Sementara bagi Tunisia, serangan kedua terhadap turis asing sepanjang tahun ini memicu gelombang kepulangan massal para wisatawan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News