Michael Spavor (kiri) dan Michael Kovrig. (Foto: AFP)
Michael Spavor (kiri) dan Michael Kovrig. (Foto: AFP)

Tiongkok Didesak Segera Bebaskan Dua Warga Kanada

Internasional tiongkok politik kanada
Arpan Rahman • 22 Januari 2019 20:03
Ottawa: Sebuah grup beranggotakan 143 mantan diplomat dan cendekiawan dari 19 negara menuliskan sebuah surat terbuka untuk Presiden Tiongkok Xi Jinping, yang intinya adalah mendesak Beijing untuk "segera membebaskan" dua warga Kanada.
 
Michael Kovrig, seorang mantan diplomat, dan Michael Spavor, konsultan ternama untuk urusan bisnis Korea Utara, telah ditahan di Beijing selama enam pekan. Keduanya diketahui telah bertemu banyak pejabat, peneliti serta cendekiawan di Tiongkok saat menjalankan tugas mereka masing-masing.
 
"Penahanan ini mengesankan bahwa pekerjaan konstruktif seperti (yang dilakukan Kovrig dan Spavor) tidak dapat diterima, atau bahkan berisiko besar di Tiongkok," tulis grup tersebut, seperti diungkap dari laman Telegraph, Selasa 22 Januari 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Hal tersebut dapat memperbesar ketidakpercayaan, dan mempersulit upaya dalam menangani ketidaksepahaman dalam berbagai hal. Hubungan Tiongkok dengan seluruh dunia dikhawatirkan memburuk," lanjut mereka.
 
Kovrig dan Spavor menghilang saat ketegangan terjadi antara Kanada dan Tiongkok usai Meng Wanzhou, petinggi perusahaan telekomunikasi Huawei, ditangkap di Vancouver pada Desember tahun lalu. Meng ditangkap atas permohonan ekstradisi Amerika Serikat terkait pelanggaran sanksi ekonomi Iran.
 
Meski Beijing membantah adanya kaitan hubungan antara penahanan dua warga Kanada dengan Meng, Kvorig dan Spavor ditangkap tak lama usai Negeri Tirai Bambu mengancam "konsekuensi serius" atas kasus Huawei.
 
Pekan lalu, Tiongkok menjatuhkan vonis hukuman mati kepada seorang warga Kanada dalam kasus penyelundupan narkotika. Sejumlah pakar menilai vonis itu merupakan contoh lain dari aksi balasan Tiongkok terhadap penangkapan Meng.
 
Baca:Tiongkok Vonis Mati Pria Kanada atas Penyelundupan Narkoba
 
Dari seratusan tokoh yang tergabung dalam surat terbuka, terdapat mantan Menteri Luar Negeri Inggris Sir Malcolm Rifkind, mantan Duta Besar Inggris untuk Tiongkok Sir Christopher Hum dan anggota parlemen Lord David Alton.
 
Saat ini Meng menjadi tahanan rumah selama menunggu kelanjutan dari kasusnya. Sementara Kovrig dan Spavor diizinkan menerima bantuan konsuler selama penahanan mereka di Beijing.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi