Menurut dia, tak mungkin memilah dalam keadaan sangat meresahkan, kecuali semua negara kawasan terlibat. Ia menilai kerja sama antara negara Teluk sangat penting untuk mengakhiri kemelut tersebut.
"Kita harus melihat bahwa penyelesaian politik kemelut itu, seperti di Suriah, seperti di Libya atau di Irak, tidak akan terjadi jika pemain tertentu tidak lagi masuk dalam percakapan, dan itu termasuk Qatar, Turki, Iran," kata Merkel seperti dilansir Reuters, Senin 12 Juni 2017.
Merkel ingin keseimbangan kekuatan dipertahankan secara masuk akal di wilayah tersebut. Ia juga ingin perang terhadap terorisme menjadi agenda saat pemimpin G20 bertemu pada bulan depan di Hamburg.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump, menuduh Qatar menjadi penaja tingginya tingkat terorisme. Ia menilai tindakan itu juga membuat ketegangan dan pengucilan Qatar oleh negara Arab dan lain-lain.
Negara Arab memperketat pengucilan mereka atas Qatar dengan memasukkan puluhan tokoh terkait negara itu ke daftar hitam terorisme, sementara sekutunya, Turki, bergegas membela dengan berencana mengirim pasukan.
Pentagon menyatakan pengucilan itu menghalangi kemampuan Amerika Serikat melaksanakan rencana gerakan jangka panjang di wilayah itu. Pangkalan udara Al Udeid di Qatar adalah rumah lebih dari 11.000 tentara negara adidaya itu dan pasukan sekutu serta markas penting perang melawan ISIS.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
Viral! 18 Kampus ternama memberikan beasiswa full sampai lulus untuk S1 dan S2 di Beasiswa OSC. Info lebih lengkap klik : osc.medcom.id