Deretan turbin di area Pembangkit Listrik Tenaga Angin di Kenya. (Foto: AFP Photo/Yasuyoshi CHIBA)
Deretan turbin di area Pembangkit Listrik Tenaga Angin di Kenya. (Foto: AFP Photo/Yasuyoshi CHIBA)

Kenya Kenalkan Pembangkit Listrik Tenaga Angin Terbesar

Internasional kenya
Willy Haryono • 20 Juli 2019 18:14
Nairobi: Kenya telah mengumumkan proyek pembangkit listrik tenaga angin terbesar di Afrika. Proyek ini bertujuan memangkas biaya produksi listrik dan ketergantungan Kenya terhadap bahan bakar fosil.
 
Proyek ini juga diharapkan dapat mendorong Kenya mencapai target ambisius mereka, yakni menjadi negara dengan 100 persen energi hijau pada 2020.
 
Area luas dengan 365 turbin angin di pesisir Lake Turkana di Kenya utara didesain untuk meningkatkan 13 persen pasokan listrik di negara tersebut. Presiden Kenya Uhuru Kenyatta berharap proyek ini dapat membuat lebih banyak warga menikmati aliran listrik dengan harga murah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam beberapa tahun terakhir, Kenya telah mengambil sejumlah langkah signifikan dalam sektor energi terbarukan. Kenya telah menjadi satu dari sedikit negara di benua Afrika yang mengalami kemajuan besar menuju energi bersih.
 
Sekitar 70 persen listrik di Kenya diproduksi dari sumber terbarukan, seperti tenaga air dan panas bumi -- angkanya tiga kali lebih tinggi dari rata-rata global.
 
Namun satu dari empat warga Kenya -- sebagian besar di wilayah terpencil -- tidak mendapatkan akses kelistrikan. Warga Kenya yang mendapat listrik pun harus membayar mahal untuk itu, dan pemadaman juga sering terjadi dari waktu ke waktu.
 
"Hari ini, kita sekali lagi menaikkan standar di benua ini lewat proyek pembangkit listrik tenaga angin terbesar," kata Kenyatta, dilansir dari laman Al Jazeera, Sabtu 20 Juli 2019.
 
"Dalam urusan energi terbarukan, Kenya tidak diragukan lagi sedang berada dalam jalan menuju pemimpin global," lanjut dia.
 
Kenyatta, yang telah mendeklarasikan ambisi menjadikan Kenya sebagai negara dengan 100 persen energi hijau pada 2020, mengatakan bahwa listrik dari 'ladang angin' senilai USD775 juta atau setara Rp10,7 triliun dapat membantu sektor perumahan, asuransi kesehatan, keamanan lapangan kerja dan juga pangan.
 
"Ini merupakan pencapaian penting dalam menjadikan kita sebagai negara yang mampu mandiri dalam bidang produksi energi," tutur Mugo Kibati, Kepala Pembangkit Listrik Tenaga Angin Lake Turkana.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif