RI Promosi Rekam Jejak Jelang Pemilihan DK PBB
Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi (Foto:Kemenlu)
New York: Mengawali kunjungan kerjanya di markas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dalam rangka kampanye keanggotaan tidak tetap Indonesia untuk Dewan Keamanan PBB (DK PBB), Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menghadiri Resepsi Diplomatik pencalonan Indonesia jelang pemilihan anggota tidak tetap Dewan DK PBB periode 2019-2020.

Menlu Retno meyakinkan para Duta Besar dan diplomat negara sahabat mengenai komitmen Indonesia sebagai Mitra Sejati Perdamaian Dunia ( A True Partner for World Peace ) dalam berkontribusi untuk perdamaian dan kestabilan dunia.

“Sebagai Kandidat Anggota Tidak Tetap DK PBB, Indonesia akan meyuarakan harapan dan pandangan negara negara jika terpilih sebagai anggota non-permanen DK PBB, dan menjadi bridge-builder serta dalam mewujudkan kesamaan cita-cita perdamaian dan kesejahteraan dunia,” seperti dikutip pernyataan resmi yang diterima Medcom.id pada Selasa 4 Juni 2018.


Dia juga menyampaikan bahwa Indonesia mencalonkan diri untuk anggota tidak tetap PBB karena memiliki rekam jejak yang jelas. Rekam jejak Indonesia bagi perdamaian, kemanusiaan dan kesejahteraan global dapat dilihat dari berbagai aksi dan kontribusi yang dibangun dalam beberapa dekade. 

Da lebih lanjut menjelaskan bahwa Indonesia hadir dan berada di depan saat negara negara anggota PBB membutukan bantuan kemanusiaan, termasuk pada bencana alam Haiti, Fiji dan Nepal. Demikian pula para penggiat kemanusiaan Indonesia, yang saat ini berada antara lain di Cox Bazaar, Rakhine State, Gaza dan Marawi, sebut Menlu RI. 

"Rekam jejak suatu negara tidak dapat dibentuk dalam satu hari atau bulan,” tuturnya.

Untuk memenangi kursi DK PBB melalui proses pemilihan di Majelis Umum PBB pada 8 Juni 2018, Indonesia akan bersaing dengan Maladewa dan harus mendapatkan dukungan dari setidaknya 2/3 anggota PBB. 

Jika terpilih, Indonesia akan resmi mengisi kursi tersebut terhitung 1 Januari 2019.

Kampanye Indonesia untuk DK PBB telah dimulai sejak peluncurannya tahun 2016 silam di New York dan selalu mengusung prioritas Indonesia untuk menciptakan ekosistem perdamaian dan stabilitas global, memastikan sinergi antara melanggengkan perdamaian dan agenda pembangunan berkelanjutan, dan memerangi terorisme, radikalisme, dan ekstremisme. 

Indonesia sebelumnya pernah menjadi Anggota Tidak Tetap DK PBB pada periode 1973-1974, 1995-1996, dan 2007-2008. 



(WAH)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360