Tingkat Keikutsertaan Pemilu Lebanon 49 Persen
Petugas menghitung kertas suara usai pemungutan suara dalam pemilu parlemen Lebanon ditutup, Minggu 6 Mei 2018. (Foto: AFP/ANWAR AMRO)
Beirut: Kurang dari separuh total pemilih terdaftar di Lebanon mengikuti pemilihan umum pada Minggu 6 Mei 2018. Angka keikutsertaan ini, 49,2 persen, diumumkan Menteri Dalam Negeri Nohad Machnouk. 

Tingkat keikutsertaan ini menurun dari 54 persen pada 2009, saat terakhir kalinya Lebanon menggelar pemilu parlemen.

"Aturan baru diterapkan dan banyak warga, atau bahkan panitia tempat pemungutan suara tidak mengetahui hal tersebut," ujar Machnouk dalam sebuah konferensi pers, seperti disitat AFP


"Proses pemungutan suara berjalan sangat lamban," lanjut dia. 

Parlemen Lebanon telah tiga kali mengganti mandat negara sejak 2009. Perubahan ini diakibatkan pengaruh dari krisis di Suriah dan perpecahan politik yang memicu krisis institusi negara. 

Baca: Lebanon Gelar Pemilu Perdana Sejak Hampir Satu Dekade

Keikutsertaan yang lebih tinggi diharapkan terjadi usai Lebanon kembali menggelar pemilu setelah hampir satu dekade berlalu. Namun pemilu kali ini adalah yang pertama menggunakan aturan elektoral versi 2017. 

Kertas suara yang dicetak juga dilaporkan telah membuat banyak warga kebingungan. 

Sejumlah pakar berbeda pendapat mengenai siapa yang akan diuntungkan dari tingkat keikutsertaan yang rendah ini. 

Lebanon memiliki sejarah perpecahan politik antar denominasi agama di parlemen. Jumlah kursi di parlemen dibagi antara kubu Kristen dan Muslim. 

Presiden, perdana menteri dan kepala parlemen juga harus diambil dari masing-masing latar belakang agama.



(WIL)