Namun, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memiliki solusi yang jauh lebih radikal. Dalam sebuah wawancara, sang presiden menyebut kecoa adalah alasan mengapa dirinya membangun istana kepresidenan baru di luar Ankara.
Istana kepresidenan baru milik Erdogan seharga USD615 juta atau setara Rp8,2 triliun di wilayah pinggiran Ankara dikecam oposisi Turki, yang dinilai sebagai sebuah pemborosan.
Erdogan menegaskan kantor lamanya saat menjabat perdana menteri pada 2003-2014 dihuni banyak kecoa.
"Seorang tamu datang ke kantor perdana menteri dan menemukan banyak kecoa di kamar mandi. Itulah mengapa kami membangun istana ini," tutur Erdogan dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi A-Haber, seperti dikutip AFP, Sabtu (6/6/2015).
"Apakah tempat seperti itu cocok bagi perdana menteri Turki? Jika seorang tamu datang apakah Anda akan meminta mereka pergi ke sana? Jika mereka melihatnya (kecoa), bagaimana jika mereka mengatakan apa yang telah mereka lihat?" tanya Erdogan.
Selama ini, Erdogan selalu membela pembangunan istana barunya, yang dianggap sebagai simbol yang pantas bagi era baru di Turki. Erdogan telah menjamu sejumlah tamu di istana baru, termasuk Presiden Rusia Vladimir Putin dan Paus Fransiskus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News