Mantan uskup agung Katolik Melkite Yunani dari Yerusalem, Monsignor Hilarion Capucci/BBC
Mantan uskup agung Katolik Melkite Yunani dari Yerusalem, Monsignor Hilarion Capucci/BBC

Mantan Uskup Agung Ini Meninggal di Usia 94 Tahun

Nur Azizah • 03 Januari 2017 05:25
medcom.id, Israel: Seorang mantan uskup agung Katolik Melkite Yunani dari Yerusalem, Monsignor Hilarion Capucci, meninggal dunia di usia 94 tahun. Vatikan menyatakan, pihaknya tidak tahu pasti kapan tepatnya Capucci mengembuskan nafas terakhirnya.
 
Seperti yang dilansir dalam BBC (2/1/2017), Monsignor Hilarion Capucci pernah masuk penjara lantaran menyelundupkan senjata untuk militan Palestina. Ia sempat menjalankan hukuman dua tahun dari 12 tahun penjara, sebelum Vatikan membantu  pembebasannya.
 
Dia memiliki sejarah terkait dengan konflik Timur Tengah. Presiden Palestina Mahmoud Abbas memberikan ucapan belasungkawa. Abbas menganggap Capucci sebagai ‘pejuang kemerdekaan’.

Capucci lahir di kota kedua Suriah, Aleppo, pada tahun 1922. Ia ditahbiskan menjadi imam dari Basilian Alepian Orde Gereja Katolik Melkite Yunani pada tahun 1947.
 
Kemudian ia diangkat Patriark Vikaris Yerusalem dan Uskup Agung Caesarea pada tahun 1965. Pada tahun 1974, ia melakukan perjalanan dari Beirut ke Jerusalem dengan mobil.
 
Di dalamnya ada empat senapan Kalashnikov, dua pistol, amunisi dan granat  yang akan diberikan ke anggota Organisasi Pembebasan Palestina.
 
Capucci menegaskan dia telah dipaksa untuk mengangkut senjata, tapi pengadilan Israel tetap menghukumnya atas tuduhan penyelundupan. Ia pun diganjar 12 tahun penjara. 
 
Dia dibebaskan pada tahun 1977 karena banding. Pada tahun 1990, ia pergi menemui Saddam Hussein meminta Saddam membebaskan 68 warga Italia.
 
Sepuluh tahun kemudian, Capucci memimpin delegasi ulama dan intelektual ke Irak untuk menunjukkan solidaritas terhadap sanksi PBB. Pada tahun 2010, ia berada di kapal Mavi Marmara ketika kapal milik Turki dicegat pasukan komando Israel.
 
Saat itu dirinya mencoba menembus blokade dari Jalur Gaza. Sepuluh aktivis Turki tewas dan puluhan luka-luka dalam bentrokan antara pasukan Israel dan Turki. Ia mengatakan, pasukan Israel naik ke kapal dengan cara turun dari tali helikopter.  Menurutnya, serangan itu tidak beralasan.

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ICH)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan