Polisi berpatroli di distrik Giza, Kairo, 25 Januari 2016. (Foto: AFP/MAHMOUD KHALED)
Polisi berpatroli di distrik Giza, Kairo, 25 Januari 2016. (Foto: AFP/MAHMOUD KHALED)

Ledakan Bom Tewaskan Tiga Turis Asing di Mesir

Internasional mesir
Willy Haryono • 29 Desember 2018 09:06
Kairo: Sebuah ledakan menewaskan empat orang -- tiga turis Vietnam dan satu pemandu wisata lokal -- serta melukai 12 lainnya di dekat kompleks Piramida Giza di Mesir. Bom yang tersembunyi di balik tembok itu meledak saat bus berpenumpang 14 wisatawan Vietnam tengah melintas.
 
Seperti dilansir dari kantor berita BBC, Jumat 28 Desember 2018, Perdana Menteri Mesir Mostafa Madbouly mengatakan dua orang berada dalam kondisi kritis akibat ledakan. Bus itu terkena ledakan usai melaju di rute yang tidak direncanakan sebelumnya tanpa memberitahu pihak keamanan.
 
Seluruh korban luka adalah asal Vietnam, dengan pengecualian sopir bus yang merupakan warga Mesir. Belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas ledakan ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Keamanan di Mesir sudah ditingkatkan ke level tinggi di tengah musim liburan dan menjelang hari raya Natal Ortodoks bagi minoritas Kristen Koptik pada 7 Januari mendatang.
 
Sejumlah negara tetangga Mesir mengecam serangan terbaru di dekat Giza. Duta Besar Inggris untuk Mesir Geoffrey Adams mengatakan Britania Raya berdiri bersama "Mesir dalam perang melawan terorisme."
 
Kementerian Dalam Negeri Mesir melaporkan bom meledak sekitar pukul 18.15 waktu setempat di Jalan Maryoutiya di distrik Haram, Giza. Pasukan keamanan bergegas ke lokasi usai menerima laporan ledakan, dan kepolisian langsung menggelar investigasi.
 
"Kami telah menghubungi Kedubes Vietnam terkait insiden ini. Hal terpenting sekarang adalah merawat para korban luka," ujar PM Madbouly.
 
Pariwisata adalah salah satu faktor penyumbang pendapatan terbesar di Mesir. Puncak sektor pariwisata di Mesir mencapai puncaknya pada 2010, di mana tingkat kunjungan turis asing mencapai 14 juta.
 
Namun angka itu merosot tajam usai terjadinya Arab Spring satu tahun setelahnya.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif