Anak-anak telantar akibat perang sipil berada di Taez, Yaman, 30 September 2018. (Foto: AFP/AHMAD AL-BASHA)
Anak-anak telantar akibat perang sipil berada di Taez, Yaman, 30 September 2018. (Foto: AFP/AHMAD AL-BASHA)

Yaman Terancam Dilanda Kelaparan Terburuk Sepanjang Sejarah

Internasional konflik yaman
Arpan Rahman • 16 Oktober 2018 15:09
Sanaa: Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengingatkan kemungkinan terjadinya kelaparan terburuk dalam 100 tahun terakhir di Yaman, jika perang di negara tersebut terus berlanjut. PBB mengestimasi kelaparan bisa melanda Yaman dalam tiga bulan ke depan.
 
"Dua belas hingga tiga belas juta warga sipil (Yaman) terancam kelaparan," ucap Lise Grande, Koordinator Urusan Kemanusiaan PBB untuk Yaman.
 
Kelaparan terburuk dalam 100 tahun yang dimaksud PBB merujuk pada peristiwa mengenaskan di beberapa negara di masa lalu. PBB menyebut negara yang pernah mengalami kelaparan hebat itu adalah Ethiopia, Bengal (koloni Inggris di India), dan beberapa bagian Uni Soviet.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Banyak dari kita meyakini kelaparan seperti itu tidak akan terjadi lagi. Tapi kenyataannya, hal serupa seperti di masa lalu itu sedang terjadi di Yaman," ungkap Grande kepada kantor berita BBC, seperti dikutip dari media Guardian, Senin 15 Oktober 2018.
 
Baca:5,2 Juta Anak-Anak di Yaman Terancam Kelaparan
 
Yaman Terancam Dilanda Kelaparan Terburuk Sepanjang Sejarah
Lise Grande. (Foto: AFP)
 
Yaman dilanda perang sipil sejak tiga tahun lalu sejak pemberontak Houthi menguasai banyak wilayah di negara tersebut, termasuk ibu kota Sanaa. Koalisi militer pimpinan Arab Saudi turut serta dalam perang di Yaman sejak 2015 dan terus menggempur Houthi hingga saat ini.
 
Ribuan warga sipil terjebak dalam perang berdarah ini. PBB mengestimasi jumlah korban jiwa perang sipil di Yaman telah mencapai sedikitnya 10 ribu orang, dan membuat jutaan lainnya kehilangan tempat tinggal.
 
"Kita seharusnya merasa malu saat kita bangun dari tidur pada setiap harinya. Kita harus memperbarui komitmen kita untuk melakukan apapun demi menolong orang-orang (Yaman) dan mengakhiri konflik tersebut," tegas Grande.
 
Pernyataan Grande disampaikan usai PBB mengecam serangan udara koalisi Arab Saudi di Yaman yang menewaskan sedikitnya 15 orang di dekat kota Hudaidah.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif