Serangan Suriah ke Pemberontak Bahayakan Kesepakatan AS-Rusia
Pesawat jet tempur milik Suriah. (Foto: AFP)
Damaskus: Helikopter tentara Suriah menjatuhkan bom barel di daerah-daerah oposisi di barat daya negara tersebut untuk kali pertama dalam setahun terakhir. Aksi ini bertentangan dengan seruan Amerika Serikat terhadap Presiden Bashar al-Assad untuk menghentikan serangan.

Assad sudah bersumpah merebut kembali daerah yang berbatasan dengan Yordania dan Dataran Tinggi Golan. Pekan ini, pasukannya mulai meningkatkan serangan di sana, yang membahayakan zona "de-eskalasi" yang disepakati AS dan Rusia setahun lalu.

AS pada Kamis kemarin menegaskan kembali tuntutannya bahwa zona tersebut harus dihormati. Washington menuduh menuduh Damaskus melakukan serangan udara, artileri, dan roket di zona tersebut.


Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menuntut segera diakhirinya eskalasi militer di Suriah barat daya. Ia mengaku "khawatir dengan risiko signifikan yang ditimbulkan oleh serangkaian serangan tersebut terhadap keamanan regional." 

Seperti dinukil dari Guardian, Sabtu 23 Juni 2018, Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley mengatakan bahwa eskalasi militer Suriah "jelas melanggar" pengaturan zona de-eskalasi.

"Rusia pada akhirnya akan bertanggung jawab atas eskalasi lebih lanjut di Suriah," kata Haley.




(WIL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id