Ankara: Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengucapkan selamat kepada Nicolas Maduro yang memenangkan pemilihan umum presiden Venezuela. Pilpres kontroversial itu digelar tanpa diikuti sejumlah partai oposisi utama.
Erdogan, bersama Presiden Rusia Vladimir Putin, adalah dua dari sedikit pemimpin dunia yang mengucapkan selamat kepada Maduro. Amerika Serikat (AS) menilai pilpres Venezuela tidak sah.
Menurut seorang sumber di istana kepresidenan Turki, seperti dikutip dari AFP, Rabu 22 Mei 2018, Erdogan mengucapkan selamat kepada Maduro via sambungan telepon.
AS memperketat sanksi kepada usai pilpres, yang mempersulit Maduro untuk menjual beberapa aset negara di tengah krisis ekonomi Venezuela.
Maduro merespons hal tersebut dengan mengusir dua diplomat senior AS dari Caracas.
Uni Eropa berencana menjatuhkan sanksi baru kepada Venezuela setelah menilai pilpres tersebut diwarnai banyak "keanehan" dan juga tidak sesuai standar internasional.
Empat belas negara dari Lima Group -- termasuk Argentina, Brasil dan Kanada -- juga menolak mengakui hasil pilpres Venezuela.
Oktober lalu, Maduro berkunjung ke Ankara dan menyerukan "era baru" hubungan antara Venezuela dengan Turki.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan