Pemutusan diplomatik dengan Qatar diawali dengan Arab Saudi, lalu Bahrain, Uni Emirat Arab, Mesir dan diikuti oleh Yaman, Libya, serta Maladewa.
Langkah keras ini dinilai semakin memperparah ketegangan yang telah berlangsung bertahun-tahun di antara negara-negara Arab.
"Era memutus hubungan diplomatik dan menutup perbatasan, itu bukanlah cara untuk menyelesaikan krisis," kata Wakil Kepala Staf Kepresidenan Iran, Hamid Aboutalebi, seperti dikutip Reuters, Selasa 6 Juni 2017.
"Negara-negara ini tidak memiliki opsi lain kecuali memulai dialog regional," tambahnya.
Aboutalebi sempat menyindir bahwa pemutusan hubungan diplomatik tujuh negara terhadap Qatar yang dimulai dari Arab Saudi ini hasil pengaruh dari kunjungan Presiden Amerika Serikat Donald Trump ke Riyadh, bulan lalu.
Dalam kunjungannya itu, Trump memang menyerukan dunia untuk mengisolasi Iran yang disebutnya mendukung terorisme.
Pemutusan hubungan diplomatik ini dilandasi alasan bahwa Qatar mendukung kegiatan terorisme dann juga agenda-agenda Iran, di mana Iran merupakan musuh dari negara-negara Arab.
Mengutip seorang pejabat anonim Arab Saudi, kantor berita Saudi Press Agency (SPA) melaporkan bahwa kerajaan memutuskan mengakhiri hubungan diplomatik dan konsuler dengan Qatar dalam rangka "menegakkan hak kedaulatan negara yang dijamin hukum internasional serta melindungi keamanan nasional dari bahaya terorisme dan ekstremisme."
Seluruh hubungan darat dan udara Arab Saudi diputus dengan Yaman, dan negara-negara sahabat lain disarankan untuk melakukan hal serupa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
Viral! 18 Kampus ternama memberikan beasiswa full sampai lulus untuk S1 dan S2 di Beasiswa OSC. Info lebih lengkap klik : osc.medcom.id