Enam Pengungsi Sudan Tewas dalam Pembagian Makanan
Mobil misi PBB di Darfur, Sudan. (Foto: AFP)
N'Djamena: Enam pengungsi dari Sudan tewas dan 10 lainnya terluka dalam perkelahian di sebuah kamp Bredjing di Chad, Jumat 2 November 2018. Agensi Pembangunan Ekonomi dan Sosial (ADES) menyebut pendistribusian makanan menjadi pemicu bentrok.

Kantor Komisioner Tinggi Pengungsian PBB (UNHCR) mengonfirmasi laporan tersebut. Kekerasan dipicu keputusan memangkas pembagian makanan bagi para pengungsi yang dianggap mampu menghidupi diri sendiri.

Penyelidikan UNHCR menyebut 55 persen dari 320 ribu pengungsi asal Sudan di Chad masuk kategori "sangat rentan," 31 persen "rentan" dan 14 persen "otonom." Kategori otonom diartikan bahwa para pengungsi dapat menghidupi diri sendiri.


"Diputuskan bahwa dari hasil penyelidikan, makanan tidak akan lagi dibagikan kepada kategori pengungsi yang bisa hidup mandiri," ujar juru bicara UNHCR Simplice Kpandji, seperti dikutip dari kantor berita Arab News.

Sejumlah pengungsi, terutama di kamp Bredjing, kesal atas keputusan tersebut. "Para pengungsi menyerang anggota komite pembagian makanan dengan pisau dan tongkat," tutur Abdel Hatim Tahir, koordinator ADES.

Pasukan keamanan Chad turun tangan dan menangkap "para pelaku pembunuhan" dalam bentrok.

September lalu, PBB mengestimasi ada 335.392 pengungsi Sudan yang tinggal di Chad. Mereka melarikan diri dari Darfur sejak mewabahnya konflik bersenjata dan sebuah genosida pada 2003.

Pada 2017, Sudan, Chad dan PBB menandatangani perjanjian repatriasi sukarela dari para pengungsi Sudan yang tinggal di Chad atau sebaliknya. Namun hingga kini, baru ada ratusan pengungsi Sudan dan Chad yang pulang ke kampung halaman masing-masing.



(WIL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id