85 Ribu Anak-Anak di Yaman Meninggal Akibat Malnutrisi
Sekelompok anak-anak telantar di Sanaa, Yaman, 29 April 2015. (Foto: AFP)
Sanaa: Sekitar 85 ribu anak-anak di bawah usia lima tahun di Yaman meninggal dunia akibat malnutrisi akut sejak tiga tahun terakhir. Demikian disampaikan organisasi relawan Save the Children. 

Bulan lalu, Perserikatan Bangsa-Bangsa mengingatkan bahwa 14 juta warga Yaman terancam kelaparan. PBB berusaha menghidupkan kembali dialog damai antar kubu bertikai demi mengakhiri perang yang telah berkecamuk selama tiga tahun dan memicu krisis kemanusiaan terburuk di dunia.

Save the Children membuat laporan berdasarkan tingkat kematian kasus malnutrisi akut yang tak tertangani di kalangan anak-anak di bawah umur lima tahun. Tingkat rata-rata kematian itu didapat dari data PBB. 


Menurut estimasi, sekitar 84.700 anak-anak di Yaman meninggal akibat malnutrisi antara April 2015 hingga Oktober 2018. Kasus malnutrisi mulai terjadi di tahun yang sama saat Arab Saudi beserta koalisinya ikut menggempur pemberontak Houthi di Yaman.

Baca: 5,2 Juta Anak-Anak di Yaman Terancam Kelaparan

"Untuk setiap satu anak yang tewas terkena bom atau peluru, puluhan lainnya meninggal akibat kelaparan, dan ini sebenarnya sangat dapat dicegah," ucap Direktur Save the Children cabang Yaman, Tamer Kirolos, seperti dilansir dari media BBC, Rabu 21 November 2018.

"Anak-anak yang meninggal akibat kelaparan sangat kesakitan, karena organ vital mereka terus melambat hingga akhirnya berhenti. Sistem kekebalan tubuh mereka juga sangat lemah, sehingga rentan terkena infeksi. Beberapa dari mereka sangat lemah, bahkan tidak kuat untuk sekadar menangis," sambungnya.

"Para orang tua harus menyaksikan sendiri anak-anak mereka yang terus melemah hingga meninggal dunia, dan mereka tidak bisa berbuat apa-apa," ungkap Kirolos.

Masih dari data PBB, sekitar 6.800 warga sipil tewas dan 10.700 lainnya terluka dalam perang di Yaman. Pertempuran dan blokade sejumlah wilayah membuat 22 juta warga Yaman membutuhkan bantuan kemanusiaan, terutama makanan. Sulitnya mendapat makanan dan akses air bersih juga memicu wabah kolera di Yaman, yang diestimasi telah menjangkiti 1,2 juta warga.




(WIL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id