Pasukan Turki sudah menyerang wilayah Kurdi di Suriah sejak Rabu 9 Oktober malam. Foto: AFP
Pasukan Turki sudah menyerang wilayah Kurdi di Suriah sejak Rabu 9 Oktober malam. Foto: AFP

Akibat Ulah Turki, Tahanan ISIS Kabur ke Irak

Internasional irak isis Turki serang Kurdi
Fajar Nugraha • 17 Oktober 2019 12:11
Baghdad: Menteri Pertahanan Irak Najah al-Shammari mengatakan pada Rabu bahwa pasukan keamanan menangkap sejumlah anggota militan ISIS yang mencoba menyusup ke Irak. Mereka sebelumnya melarikan diri dari pertempuran di Suriah.
 
Al-Shammari mengungkapkan hal itu saat kunjungannya ke perbatasan Irak-Suriah di Irak barat. Dia juga bertemu dengan komandan pasukan keamanan di wilayah perbatasan.
 
“Sangat penting untuk terus memburu mereka yang menyusup ke Irak dan untuk mempersiapkan posisi pertahanan di perbatasan untuk mencegah penyusupan teroris,” ujar Al-Shammari, seperti dikutip The Star, Kamis, 17 Oktober 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pengawasan yang dilakukan Al-Shammari di perbatasan dengan Suriah menucul ketika Turki melakukan operasi melawan pasukan Kurdi di Suriah utara. Invasi itu telah memicu kecaman internasional dan Arab yang meluas dan peringatan bahwa perang melawan terorisme dapat dirusak.
 
Irak khawatir bahwa militan ISIS dapat melarikan diri ke Irak. Kondisi ini mengancam keamanan Irak selama serangan Turki di Suriah.


Turki bertahan


Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bersikeras untuk tetap melakukan operasi militer di Suriah yang menjadi basis pertahanan kelompok Kurdi.
 
Erdogan serangan itu untuk membentuk zona aman yang bisa mengembalikan para pengungsi Suriah yang ada di negaranya. Selain itu, Turki ingin menangkal pengaruh kaum Kurdi yang dianggap sebagai teroris oleh Turki dan beberapa negara sekutu.
 
Amerika Serikat (AS) menarik pasukannya begitu mendengar rencana invasi ini. Presiden Donald Trump mendesak Turki agar menghentikan serangan tersebut.
 
Wakil Presiden AS Mike Pence dan Menlu Mike Pompeo mengunjungi Turki untuk mendesak dilakukan gencatan senjata. Erdogan yang sebelumnya enggan bertemu, akhirnya bersedia menerima utusan tingkat tinggi AS tersebut.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif