Keduanya berbincang melalui saluran telepon pada Senin 6 Agustus 2018. Dia menyampaikan harapan terbaik kepada Maduro dan tentara yang terluka dalam serangan tersebut.
" Di masa sulit ini, Turki bersama dengan rasa persaudaraan untuk rakyat Venezuela dan Presiden Maduro, keluarganya, serta semua pejabat pemerintah," ucap Kementerian Luar Negeri Turki lewat sebuah pernyataan, dilansir dari laman Anadolu.
Pesawat tanpa awak meledak sementara Presiden Venezuela tengah berpidato di ibu kota Caracas. Maduro menyebut hal tersebut aksi terorisme dan upaya pembunuhan.
Enam orang telah ditangkap otoritas hukum Venezuela. Mereka diduga pembunuh bayaran yang menyerang menggunakan pesawat tanpa awak itu.
Otoritas mengatakan drone dikendalikan dari jarak jauh. Tiga personel militer dalam kondisi kritis dan empat lainnya terluka dalam serangan yang melibatkan dua pesawat tak berawak.
Maduro bersumpah untuk memberikan hukuman maksimal kepada mereka yang mencoba membunuhnya. Dia menuduh Presiden Kolombia Juan Manuel Santos dan sayap ultra kanan bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News