NEWSTICKER
Presiden Sudan Selatan Salva Kiir (kiri) bergandengan tangan dengan Riek Machar di Juba, 17 Desember 2019. (Foto: AFP)
Presiden Sudan Selatan Salva Kiir (kiri) bergandengan tangan dengan Riek Machar di Juba, 17 Desember 2019. (Foto: AFP)

Mantan Kepala Pemberontak Jadi Wapres Sudan Selatan

Internasional konflik sudan selatan
Willy Haryono • 22 Februari 2020 16:05
Juba: Presiden Sudan Selatan Salva Kiir menunjuk mantan kepala pemberontak Riek Machar menjadi wakil presiden pada Jumat 21 Februari. Penunjukan dilakukan satu hari usai kedua pria sepakat membentuk pemerintahan kesatuan nasional.
 
"Saya, Presiden Salva Kiir Mayardit, Presiden Sudan Selatan, mengeluarkan dekrit untuk penunjukan Dr. Riek Machar Teny sebagai wakil presiden pertama Sudan Selatan sesegera mungkin," ujar pernyataan resmi kantor kepresidenan di televisi nasional, dikutip dari CGTN, Sabtu 22 Februari 2020.
 
Machar dijadwalkan dilantik Sabtu ini dengan tiga wapres lainnya. Dalam sistem transisi di Sudan Selatan, seorang presiden bekerja dengan didampingi empat wakil.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kiir juga membubarkan kabinet Sudan Selatan. Ia menujuk menteri urusan kepresidenan dan juga penasihat nasional. Jajaran kabinet baru dijadwalkan diumumkan Sabtu ini.
 
Kamis kemarin, Kiir dan Machar sepakat membentuk pemerintahan kesatuan nasional sebelum tenggat waktu 22 Februari. Kedua pria tersebut awalnya merupakan rival yang berseteru cukup lama.
 
Tenggat waktu pembentukan kesatuan nasional Sudan Selatan awalnya adalah 12 November. Namun tanggal tersebut diperpanjang karena sejumlah aspek kunci dalam perjanjian 2018 tidak terpenuhi.
 
Dua aspek yang tidak terpenuhi adalah kesepakatan jumlah negara bagian dan unifikasi militer Sudan Selatan. Sabtu pekan kemarin, Kiir sepakat mengurangi jumlah negara bagian di Sudan Selatan menjadi 10 dari sebelumnya 32.
 
Sudan Selatan merdeka dari Sudan pada 2011, namun terjerembab ke dalam perang sipil dua tahun setelahnya. Pertempuran antar rival telah menewaskan sekitar 400 ribu orang, dan juga memicu krisis pengungsian terbesar sejak genosida 1994 di Rwanda.
 
Konflik di Sudan Selatan pada 2013 dipicu pemecatan Machar oleh Kiir. Kesal karena didepak, Machar kemudian membentuk sebuah faksi pemberontak untuk menggulingkan pemerintahan Kiir.

 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif