Koalisi Arab Saudi Hentikan Sementara Serangan ke Yaman
Pelabuhan Hudaida di Yaman. (Foto: AFP/ABDO HYDER)
Sanaa: Uni Emirat Arab menghentikan sementara operasi militer terhadap pemberontak Houthi yang menguasai kota pelabuhan utama Hudaida di Yaman. UEA menghentikan serangan demi mendukung upaya PBB dalam bernegosiasi dengan Houthi.

Utusan khusus PBB untuk Yaman, Martin Griffiths, telah berkomunikasi dengan pihak-pihak yang bertikai demi mencegah serangan masif terhadap pelabuhan Hudaida. Dia berharap negosiasi dapat dimulai kembali dalam beberapa pekan mendatang.

Koalisi yang dipimpin Arab Saudi dan UEA meluncurkan serangan militer ke Hudaida pada 12 Juni. Operasi tersebut dikhawatirkan PBB dapat memicu krisis makanan di Yaman, di mana sekitar 8,4 juta warga diyakini berada dalam ambang kelaparan.


"Kami menyambut upaya berkelanjutan dari Utusan Khusus PBB, Martin Griffiths, untuk mencapai penarikan mundur Houthi tanpa syarat dari kota dan pelabuhan Hudaida," tulis Menteri Urusan Luar Negeri Uni Emirat Arab, Anwar Gargash, di Twitter, seperti dilansir dari Telegraph, Senin 2 Juli 2018.

"Kami telah menghentikan kampanye kami untuk memungkinkan cukup waktu agar opsi ini dapat sepenuhnya dieksplorasi. Kami berharap dia akan berhasil," lanjut dia.

Houthi telah menawarkan untuk menyerahkan pengelolaan pelabuhan Hudaida ke PBB, sebagai bagian dari gencatan senjata penuh di kawasan tersebut.

Koalisi Arab Saudi meminta Houthi untuk meninggalkan pantai barat, termasuk kota Hudaida. Houthi menolak dan mengaku tidak akan mundur.

Griffiths belum mengatakan pihak mana yang akan memegang kendali militer Hudaida di bawah manajemen PBB.

Pelabuhan Hudaida merupakan titik masuk sebagian besar impor komersial serta bantuan kemanusiaan ke Yaman.



(WIL)