Ilustrasi oleh Medcom.id.
Ilustrasi oleh Medcom.id.

Iran Hukum Mati Mata-mata CIA

Internasional amerika serikat iran
Fajar Nugraha • 22 Juli 2019 16:02
Teheran: Iran menangkap 17 tersangka dan menjatuhkan hukuman mati beberapa setelah membongkar lingkaran mata-mata CIA. Vonis ini menambah ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS).
 
“Badan-badan keamanan berhasil membongkar jaringan mata-mata (CIA)," ujar Kepala kontra intelijen di kementerian intelijen Iran, seperti dikutip AFP, Senin, 22 Juli 2019.
 
"Mereka yang dengan sengaja mengkhianati negara itu diserahkan ke pengadilan, beberapa dijatuhi hukuman mati dan beberapa lainnya dipenjara lama,” imbuh pejabat yang tidak diketahui namanya itu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Para tersangka ditangkap antara Maret 2018 dan Maret 2019. Teheran telah berselisih dengan Washington dan sekutu-sekutunya sejak Mei 2018, ketika Presiden Donald Trump secara sepihak menarik AS dari kesepakatan penting 2015 yang membatasi program nuklir Iran dengan imbalan bantuan sanksi.
 
Pemerintah AS menerapkan kembali sanksi menggigit terhadap Iran, yang membalas dengan meningkatkan pengayaan uraniumnya di luar batas yang ditentukan dalam perjanjian nuklir.
 
Trump membatalkan serangan udara terhadap Iran pada menit terakhir Juni setelah Negeri Mullah itu menjatuhkan drone AS, salah satu dari serangkaian insiden termasuk serangan terhadap tanker di Teluk.
 
Ketegangan telah meningkat sejak Pemerintah Inggris menyita sebuah kapal tanker minyak Iran pada bulan Juli atas dugaan pengiriman minyak ke Suriah dalam pelanggaran sanksi Uni Eropa.
 
Pengawal Revolusi Iran menangkap sebuah kapal tanker berbendera Inggris di Selat Hormuz yang strategis pada Jumat, membuat marah sekutu AS.
 
Jebakan visa
 
Iran mengatakan bulan lalu bahwa mereka membongkar jaringan mata-mata yang terhubung dengan CIA.
 
"Mengikuti petunjuk dalam dinas intelijen Amerika, kami baru-baru ini menemukan orang baru yang direkrut orang Amerika dan membongkar jaringan baru," kantor berita negara IRNA melaporkan pada saat itu, mengutip seorang pejabat kementerian intelijen.
 
IRNA mengatakan Iran telah melakukan operasi bekerjasama dengan "sekutu asing", tanpa menyebut nama negara mana pun.
 
Pada konferensi pers Senin, kepala intelijen Iran mengatakan 17 orang yang dicurigai sebagai spionase telah diidentifikasi, semuanya adalah orang Iran yang telah bertindak secara independen satu sama lain.
 
Para tersangka telah "dipekerjakan di pusat-pusat sensitif dan penting dan juga sektor swasta yang terkait dengan mereka, bekerja sebagai kontraktor atau konsultan," kata pejabat itu.
 
Beberapa dari mereka telah direkrut dengan jatuh ke dalam ‘perangkap visa’ yang ditetapkan oleh Badan Intelijen Pusat AS untuk Iran yang ingin melakukan perjalanan ke Amerika Serikat.
 
"Beberapa didekati ketika mereka mengajukan permohonan visa, sementara yang lain memiliki visa dari sebelumnya dan ditekan oleh CIA untuk memperbaruinya," kata pejabat itu.
 
Misi mereka adalah mengumpulkan informasi rahasia dan melakukan "operasi teknis dan intelijen di pusat-pusat penting dan sensitif menggunakan peralatan canggih," katanya.
 
"Semua anggota jaringan, semua 17 orang, dilatih oleh petugas CIA tentang cara mengatur komunikasi yang aman,” pungkas pihak Iran.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif