Kematian Jamal Khashoggi

Deretan Fakta Proses Hukum Kasus Khashoggi

Arpan Rahman 18 November 2018 20:06 WIB
arab saudiJamal Khashoggi
Deretan Fakta Proses Hukum Kasus Khashoggi
Ratusan orang mengikuti prosesi salat gaib untuk Jamal Khashoggi di Istanbul, Turki. (Foto: AFP/Bulent Kilic)
Riyadh: Jurnalis asal Arab Saudi, Jamal Khashoggi, tewas dibunuh pada 2 Oktober di konsulat negaranya di Istanbul, Turki. Khashoggi adalah seorang kontributor yang pernah bekerja untuk surat kabar The Washington Post

Menurut keterangan kantor jaksa penuntut umum Arab Saudi pada Kamis kemarin, Khashoggi dibius dan dipotong-potong, kemudian jasadnya dibawa keluar dari konsulat, 

Berikut deretan fakta proses hukum kasus Khashoggi yang dirangkum kantor berita AFP, Sabtu 17 November 2018.


21 Tersangka

Sebanyak 21 orang, semua warga Saudi, dijebloskan ke dalam tahanan terkait pembunuhan Khashoggi. Kantor kejaksaan Saudi tidak menyebutkan identitas mereka. Dari 21 tersangka, 11 telah didakwa dan penyelidikan terus berlanjut.

Kantor kejaksaan Saudi merekomendasikan hukuman mati terhadap lima terdakwa yang "dituduh memerintahkan dan melakukan kejahatan."

Lima Pejabat Arab Saudi Dipecat

Pada 20 Oktober, Riyadh memecat lima pejabat Saudi -- dua di antaranya merupakan bagian dari lingkaran dalam Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman -- dan menahan 18 tersangka yang identitasnya tidak disebutkan.

Jenderal Ahmad al-Assiri, yang dipecat sebagai wakil kepala intelijen, terimplikasi dalam pernyataan jaksa. Pernyataan itu menyebutkan bahwa seorang "mantan" wakil kepala intelijen memerintahkan "pemimpin misi" untuk "membawa kembali korban dengan cara persuasi, dan jika persuasi gagal, maka lakukan dengan paksaan."

Penasihat media kerajaan, Saud al-Qahtani, juga sudah diberhentikan. Meskipun tidak disebutkan namanya oleh kantor kejaksaan, dikatakan bahwa "mantan penasihat" memainkan peran sentral dalam operasi itu.

Mohammed al-Rumaih, Abdullah al-Shaya, dan Rashad al-Muhamadi -- yang semuanya memegang jabatan di dinas intelijen kerajaan -- juga dipecat.


Pangeran Mohammed bin Salman. (Foto: AFP)

Sanksi AS bagi 17 Warga Arab Saudi

Amerika Serikat pada Kamis kemarin menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap 17 warga Saudi yang diduga terlibat pembunuhan Khashoggi. Tiga dari mereka adalah Qahtani, Maher Mutreb dan Mohammed al-Otaibi. 

Kementerian Keuangan AS mengatakan, Qahtani dikenai sanksi karena "menjadi bagian dari perencanaan dan pelaksanaan operasi yang mengarah pada pembunuhan" Khashoggi. Mutreb, seorang pembantu dekat Qahtani, disebut sebagai orang yang "mengoordinasi dan mengeksekusi" jalannya misi. Sementara al-Otaibi adalah Konsul Jenderal Saudi di Istanbul, kota tempat Khashoggi dibunuh.

Washington Post melaporkan pada Jumat kemarin bahwa Badan Intelijen Pusat AS telah menyimpulkan bahwa Pangeran Mohammed, "penguasa de facto" kerajaan Arab Saudi, berada di balik pembunuhan Khashoggi.

Juru bicara kantor kejaksaan Saudi Shaalan al-Shaalan mengatakan pada Kamis kemarin bahwa Pangeran Mohammed "tidak tahu" tentang pembunuhan Khashoggi.

Baca: Erdogan Bagikan Rekaman Khashoggi ke 5 Negara

Jasad Khashoggi

Pertengkaran fisik terjadi saat Khashoggi memasuki konsulat di Istanbul. Kantor kejaksaan Saudi menyebut Khashoggi "diringkus sejumlah orang dan disuntik obat bius dalam dosis besar hingga overdosis, dan kemudian meninggal dunia."

Setelah itu, jasad Khashoggi dimutilasi, "dipindahkan ke luar konsulat" dan diserahkan kepada "kolaborator." Kantor kejaksaan Saudi mengaku belum mengetahui mengenai apa yang terjadi selanjutnya terhadap potongan jasad Khashoggi.



(WIL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id