Presiden Iran Hassan Rouhani saat memberikan pernyataan di Teheran, 21 Februari 2020. (Foto: AFP/Iranian Presidency)
Presiden Iran Hassan Rouhani saat memberikan pernyataan di Teheran, 21 Februari 2020. (Foto: AFP/Iranian Presidency)

Iran Tuduh AS Sebar Kepanikan Terkait Virus Korona

Internasional Virus Korona Coronavirus virus corona
Arpan Rahman • 26 Februari 2020 15:02
Teheran: Presiden Iran Hassan Rouhani membantah bahwa pemerintahannya menutup-nutupi data kematian dan jumlah kasus virus korona COVID-19. Bantahan dilayangkan kepada Amerika Serikat yang mencurigai Iran tidak sepenuhnya jujur dalam menyampaikan informasi mengenai korona.
 
Berdasakan data situs pemantau John Hopkins CSSE, jumlah kasus korona di Iran mencapai 95 dengan 16 kematian. Jumlah korban tewas akibat korona di Iran merupakan yang tertinggi di luar Tiongkok, negara pusat penyebaran COVID-19.
 
Rouhani menilai tudingan AS sebagai "salah satu rencana musuh dalam memicu kepanikan" di seantero Iran.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kita semua harus bekerja dan beraktivitas seperti biasa, namun tetap berhati-hati," kata Rouhani. "Jika ada kasus dugaan (korona), maka orang yang bersangkutan harus dibawa ke rumah sakit," lanjutnya, disitat dari Newsweek, Rabu 26 Februari 2020.
 
Ia bertekad situasi di Iran akan kembali normal pada Sabtu mendatang, kecuali jika terjadi sebuah "situasi khusus." Ia menegaskan bahwa pemerintahannya melaporkan informasi secara berkala terkait penyebaran korona.
 
"Kebenaran mengenai virus (korona) harus disampaikan kepada masyarakat," tegas Rouhani.
 
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mempertanyakan sejumlah pernyataan pejabat Iran terkait korona. "Amerika Serikat sangat khawatir mengenai Iran yang mungkin menyembunyikan beberapa detail mengenai wabah (korona) di negara tersebut," sebut Pompeo kepada awak media di Washington.
 
"Semua negara, termasuk Iran, harus menyampaikan kebenaran mengenai virus korona, dan bekerja sama dengan sejumlah organisasi internasional," sambungnya.
 
Setelah Pompeo, juru bicara Kemenlu AS mengatakan kepada Newsweek, bahwa "pihak yang sepatutnya disalahkan atas menyebarnya virus korona di Iran adalah pemerintahan mereka sendiri."
 
"Rezim (Iran) dikenal sering berbohong kepada rakyatnya, seperti dalam penembakan pesawat Ukraina pada Januari lalu yang menewaskan 176 orang. Ada sejumlah laporan bahwa beberapa pejabat rezim menyembunyikan informasi akurat mengenai wabah ini," ungkapnya.
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif