Ribuan demonstran di Baghdad mendesak agar pasukan AS segera angkat kaki dari Irak. (Foto: AFP / AHMAD AL-RUBAYE)
Ribuan demonstran di Baghdad mendesak agar pasukan AS segera angkat kaki dari Irak. (Foto: AFP / AHMAD AL-RUBAYE)

Gunakan Peluru Tajam, Pasukan Irak Serbu Lokasi Protes

Internasional konflik irak irak krisis irak
Willy Haryono • 26 Januari 2020 09:20
Baghdad: Pasukan keamanan Irak menyerbu situs utama gerakan protes anti-pemerintah di Baghdad, Sabtu 25 Januari 2020. Mereka menembakkan peluru tajam dan juga gas air mata, serta menyingkirkan sejumlah tenda dan barikade beton.
 
Situs utama pengunjuk rasa anti-pemerintah di Irak ini berlokasi di dekat Lapangan Tahrir dan sebuah jembatan Sungai Tigris.
 
Dikutip dari BBC, sejumlah demonstran dikabarkan terluka dalam penyerbuan tersebut. Demonstrasi yang berlangsung sejak Oktober 2019 ini dipicu kekesalan warga atas maraknya korupsi di jajaran pemerintah, tingginya tingkat pengangguran dan juga buruknya fasilitas publik di seantero Irak.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Penyerbuan polisi disusul bentrokan di Baghdad ini terjadi satu hari usai terjadinya aksi menentang kehadiran pasukan Amerika Serikat di Irak. Banyak demonstran dalam unjuk rasa tersebut merupakan pendukung ulama Syiah Irak Moqtada al-Sadr.
 
Tewasnya jenderal asal Iran Qassem Soleimani di tangan AS telah meningkatkan intensitas aksi protes di Irak. Banyak Irak mengecam AS atas kematian Soleimani, namun tak sedikit pula yang menyerukan dihentikannya intervensi Iran terhadap segala urusan di Irak.
 
Soleimani tewas dalam serangan udara AS di dekat Bandara Baghdad pada 3 Januari. Serangan itu juga menewaskan Abu Mahdi al-Muhandis, seorang warga Irak yang memimpin grup milisi Kataeb Hezbollah.
 
Iran membalas kematian Soleimani dengan meluncurkan belasan misil balistik ke dua pangkalan militer yang menampung pasukan AS di Irak pada 8 Januari.
 
Kementerian Pertahanan AS atau Pentagon menyebut 34 prajurit Washington mengalami gegar otak dalam serangan balasan Iran. Namun Presiden AS Donald Trump menyebut 34 prajurit itu hanya mengalami "sakit kepala."
 
Di hari yang sama Iran meluncurkan belasan misil, sebuah pesawat maskapai Ukraina jatuh di langit Teheran. Tiga hari usai kejadian, Iran mengaku tak sengaja menembak jatuh pesawat tersebut. Total 176 orang di pesawat itu tewas.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif