Ilustrasi Timur Tengah (Foto:Medcom.id/M Rizal)
Ilustrasi Timur Tengah (Foto:Medcom.id/M Rizal)

RI Tolak Pernyataan AS Soal Permukiman Israel tak Ilegal

Internasional palestina palestina israel
Marcheilla Ariesta • 19 November 2019 19:05
Jakarta: Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dengan tegas menolak pernyataan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo, yang menyatakan permukiman ilegal Israel di Tepi Barat adalah sah.
 
"AS mengatakan permukiman ilegal ini tidak ilegal. Tentunya kita tidak bisa terima karena ini bertentangan dengan hukum internasional dan bertentangan dengan seluruh resolusi Dewan Keamanan PBB," kata Retno di Jakarta, Selasa 19 November 2019.
 
Retno mengungkapkan saat ini pihaknya tengah melakukan komunikasi dan berkonsultasi di Dewan Keamanan PBB mengenai yang harus dilakukan berkaitan dengan isu Palestina. Menurut dia, isu ini semakin lama semakin suram.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Illegal settlement sudah dipretelin, status Yerusalem sudah dipretelin, masalah pengungsi juga. Di akhir nanti, apa yang tersisa untuk dinegosiasikan? Ini yang membuat kita khawatir," ungkap Retno di hadapan para pelaku usaha Indonesia.
 
Sebelumnya, Amerika Serikat telah mengubah posisinya terhadap isu permukiman Israel di Tepi Barat, dan tidak lagi memandangnya sebagai sesuatu yang ilegal.
 
Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan status Tepi Barat adalah sesuatu yang harus dinegosiasikan langsung oleh Israel dan Palestina.
 
"Setelah mempelajari perdebatan semua kubu secara seksama , AS menyimpulkan bahwa pembangunan permukiman sipil Israel di Tepi Barat tidak lagi inkonsisten terhadap hukum internasional," kata Pompeo kepada awak media.
 
"Menyebut pendirian permukiman sipil (Israel) sebagai sesuatu yang inkonsisten terhadap hukum internasional tidak mampu mendorong berlanjutnya proses perdamaian," lanjut dia.
 
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyambut baik langkah AS. Menurutnya, pergeseran posisi AS ini telah "memperbaiki kesalahan historis," dan menyerukan negara-negara lain untuk mengikuti langkah Washington.
 

(WAH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif