Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Foto: AFP
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Foto: AFP

Erdogan Anggap Pengakuan AS atas Genosida Armenia Tak Berharga

Internasional turki Armenia
Medcom • 31 Oktober 2019 15:53
Ankara: Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengecam pengakuan oleh Dewan Perwakilan Rakyat AS atas genosida Armenia. Bagi Erdogan pengakuan itu tidak berharga dan penghinaan terbesar bagi rakyat Turki.
 
Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu juga menyarankan resolusi Selasa adalah ‘pembalasan’ atas tindakan Turki di Suriah. Turki juga memanggil Duta Besar AS untuk Ankara.
 
"Dari sini saya berbicara tentang opini publik AS dan seluruh dunia: langkah yang diambil ini tidak berharga dan kami tidak mengenalinya," kata Erdogan dalam pidato televisi, dirilis dari Hindustan Times, Kamis, 31 Oktober 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dalam keyakinan kami, genosida pasti dilarang. Kami menganggap tuduhan semacam itu sebagai penghinaan terbesar bagi rakyat kami,” imbuh dia.
 
Turki membantah keras tuduhan genosida dan mengatakan bahwa baik warga Armenia maupun Turki tewas akibat Perang Dunia I hingga ratusan ribu korban.
 
Pemungutan suara Selasa adalah yang pertama dilakukan Kongres AS. Pemungutan suara serupa dengan menanggapi secara langsung yang sempat diperkenalkan selama beberapa dekade tetapi tidak pernah ada keputusan akhir.
 
“Parlemen AS berusaha membalas dendam atas perjanjian yang ditandatangani oleh Washington dan Moskow. Perjanjian ini menjamin penarikan milisi Kurdi dari Suriah," sebut Cavusoglu, dikutip oleh media Turki.
 
Erdogan mengatakan pemilihan DPR bermotivasi politik, dan mengisyaratkan bahwa parlemen Turki akan mengeluarkan resolusi tandingan. Dia tidak merinci solusi di dalam daftar, namun dalam pidato sebelumnya dia merujuk pada perlakuan buruk terhadap penduduk asli Amerika.
 
"Sebuah negara yang sejarahnya penuh dengan noda genosida dan perbudakan tidak memiliki hak untuk mengatakan apa pun atau untuk memberi seminar di Turki," ucap Erdogan pada Rabu.
 
Kemudian, Erdogan mengatakan kepada wartawan bahwa dia belum memutuskan untuk melakukan kunjungan ke Amerika Serikat yang direncanakan pada bulan depan.
 
“Saya belum mengambil keputusan, ada sebuah kejanggalan terkait (pengakuan) genosida ini," pungkas dia.
 

 
Penulis: Rifqi Akbar
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif