Polisi mengamankan area tempat terjadinya ledakan bunuh diri di Tunis, Tunisia, 27 Juni 2019. (Foto: AFP/FETHI BELAID)
Polisi mengamankan area tempat terjadinya ledakan bunuh diri di Tunis, Tunisia, 27 Juni 2019. (Foto: AFP/FETHI BELAID)

Buronan Meledakkan Diri saat Dikejar Polisi di Tunisia

Internasional tunisia
Arpan Rahman • 03 Juli 2019 12:09
Tunis: Seorang pria yang disebut pemerintah Tunisia sebagai "buronan" meledakkan diri saat dikejar petugas keamanan di Tunis. Kabar disampaikan juru bicara Kementerian Dalam Negeri Tunisia Sofienne Zaag, Rabu 3 Juli 2019.
 
Ia menambahkan, tidak ada korban tewas atau luka dari kejadian ini. Sabuk peledak yang dipakai pria itu meledak saat pengejaran berlangsung di area Intilaka di Tunis. Warga sekitar mengaku mendengar suara kencang, diduga dari ledakan.
 
Masih menurut keterangan Kemendagri Tunisia, dilansir dari laman Al Jazeera, polisi menembakkan senjata api ke arah buronan. Zaag menyebut nama pria itu adalah Aymen Smiri.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sejumlah saksi mata mengaku melihat pria itu mengenakan pakaian wanita saat dikejar petugas. Belum diketahui pasti apakah ledakan itu sengaja dilakukan pelaku, atau terjadi setelah polisi menembakknya.
 
Kamis kemarin, dua pelaku bom bunuh diri beraksi dalam serangan terpisah terhadap aparat keamanan di Tunis. Dua serangan menewaskan seorang polisi dan melukai beberapa orang lainnya. Kelompok militan Islamic State (ISIS) mengklaim bertanggung jawab atas dua serangan tersebut.
 
Tunisia terus berjuang melawan sekelompok grup bersenjata di beberapa daerah terpencil dekat perbatasan Aljazair setelah terjadinya pemberontakan yang menumbangkan Zine Abidine Ben Ali di tahun 2011.
 
Tempat lahirnya peristiwa Arab Spring, Tunisia dilanda tingkat pengangguran tinggi yang memicu gelombang kerusuhan dalam beberapa tahun terakhir.
 
Oktober tahun lalu, seorang perempuan meledakkan dirinya di Tunis, melukai 15 orang termasuk 10 polisi. Ledakan tersebut merupakan yang pertama sejak masa tenang usai serangan teror di Tunisia pada 2015.
 
Keamanan di Tunisia meningkat usai pemerintah menerapkan status darurat pada November 2015. Ada tiga serangan teror di Tunisia pada 2015, yang pertama di sebuah museum di Tunis, kedua di pantai kota Sousse dan ketiga terhadap pasukan pengaman presiden di ibu kota.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif