Militer Mesir beberapa kali menggagalkan serangan dari kelompok teroris. Foto: AFP
Militer Mesir beberapa kali menggagalkan serangan dari kelompok teroris. Foto: AFP

Militan Ternama Mesir Dijatuhi Hukuman Mati

Internasional terorisme mesir
Fajar Nugraha • 28 November 2019 06:01
Kairo: Pengadilan Mesir menjatuhkan hukuman mati pada salah satu militan paling terkenal di negara itu. Dia dinilai bersalah karena partisipasinya dalam sejumlah serangan terhadap target pemerintah.
 
“Pengadilan menghukum Hisyam el-Ashmawi,-mantan perwira pasukan khusus yang mengubah haluan menjadi gerilyawan garis keras,- dengan tuduhan teror dan menjatuhkan hukuman gantung kepadanya,” pernyataan pengadilan militer Mesir, seperti dikutip Al Arabiya, Kamis, 28 November 2019.
 
Tahun lalu, Tentara Nasional Libya yang dipimpin oleh sekutu dekat Mesir Jenderal Khalifa Hifter, menangkap dan mengekstradisi El-Ashmawi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selama bertahun-tahun, pasukan keamanan Mesir menganggap El-Ashmawi sebagai militan paling dicari di negara itu karena nilai intelijennya ketika Mesir memerangi kelompok-kelompok militan di Semenanjung Sinai utara yang bergolak dan Gurun Barat yang luas.
 
Otoritas Mesir menghubungkan El-Ashmawi, 41, dengan beberapa serangan besar, termasuk upaya 2013 untuk membunuh Menteri Dalam Negeri, Mohammed Ibrahim. Selain itu dia juga dianggap terlibat dalam serangan yang menghancurkan pasukan keamanan di dekat perbatasan gurun pasir Mesir dengan Libya.
 
Ketika berada di Mesir, El-Ashmawi memobilisasi kelompok militan kecil menjadi kelompok gerilya yang terorganisir dengan baik. Kelompok ini yang meluncurkan serangan mematikan di pos-pos pemeriksaan militer di Sinai utara.
 
Setelah melarikan diri ke Libya, ia mencoba menempatkan dirinya di antara militan dan kelompok ekstrimis di timur negara itu. Dia menciptakan Al-Mourabitoun, sebuah kelompok militan yang bersalah atas sebagian besar serangan di Gurun Barat Mesir yang terpencil. Seperti serangan 2017 yang menewaskan hampir 30 peziarah Kristen dalam perjalanan mereka ke sebuah rumah ibadah.
 
Menanggapi serangan militan Islam, Mesir telah memberikan kekuatan kepada kepolisian dan pengadilan. Tetapi para pengamat hak asasi manusia mengatakan bahwa tindakan keras tersebut telah mengakibatkan pengabaian proses hukum dan pelanggaran hukum internasional.
 
(FJR)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif