Demensia adalah penyakit yang menyebabkan penurunan mental progresif, terutama fungsi memori dan penilaian. Penyakit ini seringkali disertai dengan disorientasi, linglung, dan disintegrasi kepribadian.
Tanda tanya besar menghinggapi mengenai raja yang berusia 79 tahun itu.
"Dia bisa mengerti semua permasalahan dengan baik dalam beberapa menit. Namun kemudian kondisi bisa berubah arah," ujar pengamat Arab Saudi di the Washington Institute for Near East Policy, Simon Henderson, seperti dikutip Stuff, Sabtu (24/1/2015).
Kabar mengenai kondisi kesehatan Raja Salman sendiri sangat beragam. Seorang diplomat Barat yang bertugas di Riyadh, justru merasa Raja Salman sehat dan setiap mengikuti diskusi, dia bisa memahami dengan jelas.
Terlepas dari kondisi kesehatan yang dialami Raja Salman, ada beberapa isu yang seharusnya tetap menjadi perhatiannya. Khususnya setelah Raja Abdullah wafat, Salman tentu harus segera mencari pemecahan dari isu penting tersebut.
Beberapa yang menjadi perhatian adalah harga minyak yang menurun, meningkatnya ancaman Islamic State (ISIS) yang berbatasan dengan Irak. Kemudian juga gejolak yang terjadi di Yaman yang berada di sebelah selatan perbatasan Arab Saudi dan Iran yang tetap dianggap sebagai saingan kekuatan di wilayah Timur Tengah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News